Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Hikmat dari Sebuah Pensil

Pensil“Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum.” (Mazmur 37 : 30)

Seorang anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya, “Apakah yang sedang nenek tulis?” Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Cerita tentang keluarga kita. Tetapi ada yang lebih penting daripada kata – kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah – mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Kata anak itu, “Tapi nek, pensil itu sama saja dengan pensil – pensil lain yang pernah kulihat!”

Nenek menjawab, “Ya…Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima hal penting dari pensil ini yang bisa kau pelajari.”

Pertama : Ketika kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu, yaitu Tuhan.

Kedua : Pensil ini butuh diraut, tetapi ia akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga : Pensil ini membutuhkan penghapus untuk menghapus kalimat yang salah. Ini berarti tidak apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang terbuat dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya, karena inilah yang membuat tulisan kita bisa dibaca, dan menjadi berguna. Jadi, jangan hanya memperhatikan penampilan luar, tetapi batiniah harus juga diperhatikan.

Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan jejak. Maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu, supaya kau meninggalkan jejak yang baik bukan jejak yang buruk dan kotor.

Sobat Talenta, hikmat dapat datang dalam situasi apapun, bahkan hal yang kelihatannya biasa, dapat memberikan hikmat dan pembelajaran dalam kehidupan ini. Jadi, milikilah himat dan bagikan hikmat itu kepada banyak orang, jangan menganggap hal – hal yang sederhana sebagai hal yang tidak berarti, karena seringkali Tuhan berbicara melalui hal – hal yang sederhana. Mari rajin bersekutu dengan Roh Kudus yang adalah sumber hikmat itu, supaya kehidupan kita akan semakin berhasil dan beruntung. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s