Posted in Renungan, Rohani

Kejujuran

success“Orang benar akan bersukacita karena TUHAN dan berlindung pada-Nya; semua orang yang jujur akan bermegah” (Mazmur 64 : 10)

Sebuah perusahaan sedang mencari karyawan di bagian manager logistik. Banyak orang datang untuk mendapatkan posisi tersebut. Tes tertulis pun sudah dilakukan dan akhirnya sampailah kepada test wawancara. Setelah test wawancara, setiap peserta yang berhasil hingga ke tahap ini, diberi sebuah benih dan tugas mereka dalam satu minggu ini dan harus merawat dan menjaga benih itu baik – baik supaya benih itu bisa bertumbuh, dan semua peserta akan dinilai juga dari keberhasilan mereka dalam menjaga dan merawat benih tersebut. Minggu depan semua pelamar kerja diwajibkan datang kembali sambil membawa benih kacang hijau yang mulai tumbuh itu.
Seminggu kemudian para pelamar itu datang kembali sambil membawa benih yang sudah tumbuh. Seluruh pimpinan mulai melihat benih yang dibawa oleh para pelamar kerja itu, ada yang benihnya tumbuh begitu besar, namun ada pula yang benihnya hanya tumbuh sedikit saja. Para pemimpin perusahaan mulai berdiskusi untuk menentukan karyawan mana yang paling tepat untuk bergabung dengan perusahaan mereka. Namun, setelah diamati ternyata ada satu orang calon pelamar yang tak datang. Akhirnya pihak perusahaan menelepon orang tersebut dan menanyakan mengapa ia tidak datang dan orang itu menjawab, “Bagaimana mungkin saya bisa datang kalau benih yang pihak perusahaan berikan kepada saya tidak bisa bertumbuh. Saya sudah berusaha menyiraminya, namun benih itu sama sekali tidak mau bertumbuh. Karena itu saya merasa diri saya sudah gagal sehingga akhirnya saya tidak datang.”

Namun sungguh aneh dan mengherankan, justru pihak perusahaan akhirnya memutuskan untuk menerima orang tersebut dan akhirnya menduduki posisi yang penting di perusahaan itu. Selidik punya selidik ternyata semua benih yang telah diberikan oleh pihak perusahaan kepada para pelamar kerja memang dirancang untuk tidak bisa bertumbuh sama sekali. Karena benih itu sebenarnya telah direbus. Sehingga hampir bisa dipastikan bahwa semua pelamar kerja yang telah datang sambil membawa benih yang bisa tumbuh itu, bukanlah benih asli dari perusahaan, dan telah diganti oleh mereka semua dengan benih yang baru. Hanya satu orang itulah yang tetap jujur dan tidak mau mengganti benihnya walaupun benihnya tidak bisa tumbuh seperti yang lainnya. Akhirnya dari sanalah perusahaan bisa menilai mana calon karyawan yang jujur dan mana yang tidak.

Sobat Talenta, kejujuran mungkin pada awalnya memang tampak seperti sesuatu yang merugikan, karena di tengah – tengah banyaknya tipu muslihat dan kepalsuan dunia ini, sukar sekali untuk menemukan orang yang berlaku jujur dan berintegritas tinggi. Namun mari sebagai anak Tuhan, kita tidak terbawa arus kepalsuan dunia ini, namun tetap berlaku jujur dengan hikmat dan pertolongan yang dari Roh Kudus, karena orang yang jujur tidak akan pernah dikecewakan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s