Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

The Value of Life

Ps. Yosi Here

rockNilai hidup kita tidak ditentukan dengan apa yang ada di luar, tapi ditentukan berdasarkan apa yang ada di dalam hati kita. Tuhan menempatkan benih yang terbaik di dalam diri kita, tinggal bagaimana kita mengelolanya. Hidup itu memiliki nilai yang tinggi, namun tak bisa diukur oleh apapun. Dalam 2 Tim 1 : 9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman”

Ada tiga tingkatan di dalam kehidupan seseorang (Levels of Living): Bertahan hidup (Survival), Sukses (Success), dan Bermakna (Significance). Di level ketiga, level significance, seseorang memiliki tujuan dan nilai mengapa dia hidup. Sebuah penghargaan dan makna hidup menjadi nilai kehidupan tersendiri bagi seseorang. Untuk itu, jdilah orang yang bermakna di dalam lingkungan atau tempat anda berada.

1 Yoh 2:15-16, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Kemanapun hati kita pergi, menentukan ke arah mana kehidupan kita. Ada tiga hal yang dunia cari di dalam hidup ini: kesenangan (pleasure), kepemilikan (possession), dan kemewahan (prestige). Manakah yang akan anda pilih? Jika anda memilih salah satu atau semua dari pilihan tersebut, hal ini sia-sia saja. Ini semua mempengaruhi bagaimana kita dinilai lewat kehidupan kita. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa penilaian yang terbaik adalah di dalam diri kita.

Rom 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia  ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Budaya dapat mempengaruhi bagaimana hidup kita bertindak. Kultur budaya yang anda kembangkan di dalam keluarga anda, akan berkembang terus hingga ke genrasi selanjutnya. Tuhan mengajarkan kita agar kita tidak menjadi sama dengan dunia. Seperti dalam 1 Yoh 3 : 9 , “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi sebab benih Ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.” Untuk itu, benih Tuhan tidak akan bisa bercampur dengan benih dosa karena benih itu lahir dari Allah.

Mungkin ketika anda berada di dalam lingkungan gereja, beberapa rekan anda mengatakan bahwa anda memiliki pribadi yang baik. Tapi benarkah demikian? Bagaimana jika anda berada di luar area gereja? Apakah tanggapan dan pujian itu tetap sama. Mungkin ya mungkin juga tidak. Nilai kehidupan sesorang bukan ditentukan dari apa yang ada di luar sana. Meskipun di dalam hidup anda, mendapatkan gesekan, himpitan, tantangan, dsb, hal itu bertujuan untuk menguji iman kita agar menghasilkan buah yang baik. Masih ingatkah anda tentang kisah Abraham yang diminta untuk keluuar dari Ur-Kasdim? Ia tetap percaya kepada Tuhan meskipun sebuah tujuan di dalam hidupnya masih samar-samar. Sadar atau tidak, masa depannya digantungkan kepada Tuhan dan bukan kepada orang lain. Bahkan dalam kisah-kisah selanjutnya, kita mengetahui bahwa Tuhan pernah menguji imannya untuk mengambil Ishak, anaknya, sebagai korban. Dan ketaatan Abraham mencerimnikan nilai yang tinggi di dalam dirinya.

Ada tiga manfaat ujian atau test di dalam diri kita:

  1. Test atau Ujian itu Perlu untuk Tau Nilai Kita.

Yes 43:4, “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.”

  1. Test atau Ujian itu Perlu untuk Mendapatkan Promosi

Maz 75:6-7, “Jangan mengangkat tandukmu tinggi-tinggi, jangan berbicara dengan bertegang leher! Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.”

  1. Test atau Ujian itu Perlu untuk Membangun Kualitas Iman

Yak 1:6-8, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (15 Nopember 2015) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s