Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Berhenti Sejenak Untuk…

stop sign“Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah.” (III Yohanes 1 : 6)

Frank adalah seorang penulis dan diberi kesempatan untuk mewawancarai orang – orang terkenal di Palm Beach sehingga dia dapat memuat hasil wawancaranya itu menjadi sebuah cerita. Meski sudah terlambat, ia berpikir masih bisa datang tepat waktu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Tiba – tiba di tengah jalan, Frank melihat sebuah mobil berhenti di depannya. Seorang wanita sedang panik melambaikan tangannya. Frank menurunkan kecepatan mobilnya dan melihat bahwa masalah mobil milik wanita itu hanyalah ban kempes, dan ia mulai menancap gas lagi. “Orang lain akan segera datang dan membantunya,” katanya pada diri sendiri. Namun hati kecilnya mengatakan ia harus berhenti. Dengan enggan, ia berhenti dan berlari ke arah mobil wanita itu.

Sementara Frank sedang mengganti ban, seorang anggota polisi lalu lintas berhenti dan segera mengatur lalu lintas. Ketika Frank selesai, dan nyonya itu berterimakasih, polisi tersebut berjalan menuju mobil Frank.
“Berapa kecepatanmu tadi?” Tanyanya.
“Kira – kira 65. Ada apa?” Jawab Frank.
“Untung anda berhenti. Ada tikungan tajam di depan sana. Jika anda mencoba melewatinya dengan ban seperti itu,” ia menunjuk ke ban kiri mobil Frank, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada anda,” kata pak polisi.

Frank melihat ban tersebut sudah membengkak sebesar buah anggur sedangkan ban luarnya sudah robek. Frank berterima kasih kepada Tuhan karena ia telah berhenti untuk menolong wanita tadi. Frank memang kehilangan satu cerita, tetapi Puji Tuhan, ia lolos dari kecelakaan maut dan masih bisa tetap hidup untuk menulis cerita – cerita lainnya.

Sobat Talenta, berhenti sejenak dan berbuat baik, terkadang itulah hal yang harus kita lakukan dalam hidup ini. Di tengah – tengah dunia yang mementingkan sikap egosentris, di tengah – tengah situasi yang selalu mendahulukan kepentingan individu, mari kita tidak mengikuti arus tersebut, namun mari kita menjadi teladan untuk juga memikirkan orang lain yang membutuhkan pertolongan, dan tidak hanya memikirkan kepentingan diri kita sendiri.

Dunia berkata : siapa cepat dia dapat. Hal ini seringkali membuat kita lupa diri dan memacu ritme kehidupan kita sedemikian cepatnya untuk meraih keberhasilan, tanpa mau lagi berhenti dan meluangkan waktu untuk menolong orang lain. Kita ingin sesegera mungkin sampai di tempat tujuan. Tak boleh ada waktu yang terbuang percuma. Setiap detik penting bagi kita dan setiap jam begitu berharga, sehingga kita tidak lagi mau mengorbankan waktu untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Mari belajar dari kisah nyata yang dialami oleh Frank di atas, bahwa Tuhan Yesus selalu ingin kita menolong orang lain, karena dengan menolong orang lain, sesungguhnya kita telah menolong diri kita sendiri. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s