Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Membandingkan Atau Mensyukuri?

thanks“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (I Tesalonika 5 : 18)

Suatu hari, seorang guru yang bijak lewat di depan rumah seorang petani yang hendak menebang pohon tua di depan rumahnya. Guru itu lalu bertanya, “Apa yang hendak kau lakukan?”

Petani itu menjawab, “Saya akan menebang pohon ini untuk kayu bakar karena ia sudah tidak berguna lagi dan sudah tidak dapat menghasilkan buah. Sekarang pohon ini tidak seperti pohon milik tetanggaku di ujung sana, yang selalu menghasilkan buah. Jadi lebih baik kalau aku potong saja pohon ini.”

“Sebaiknya jangan ditebang,” kata sang guru. “Pohon ini masih dapat memberikan manfaat bagimu.”

Si petani heran dan bertanya, “Manfaat apa lagi yang dapat kuperoleh dari pohon tua ini, Guru?”

“Pohon ini memang tua dan tidak lagi memberimu banyak buah, tapi ia tetap berjasa bagimu. Dahan – dahannya telah menjadi rumah yang kokoh bagi burung – burung yang setiap pagi membangunkanmu dengan kicauannya. Ranting – ranting yang jatuh, telah menjadi bahan mainan bagi anak – anakmu. Lalu, di siang hari ketika engkau kepanasan oleh terik matahari, rimbun dedaunannya memberi kesejukan bagimu. Kemudian biji – bijinya yang jatuh menjadi makanan bagi ayam – ayammu. Bahkan daunnya yang gugur menjadi makanan bagi ternakmu. Lihatlah, apakah sekarang engkau masih berpendapat pohon ini tidak berguna dan hendak menjadikannya kayu bakar?”

Sang petani pun termenung sejenak dan baru menyadari bahwa pohon itu sesungguhnya masih berharga baginya bila dia tidak memotongnya. Maka diapun lalu membatalkan niatnya memotong pohon itu.

Sobat Talenta, terkadang kita luput melihat manfaat dari suatu benda hanya karena kita mengharapkan hal yang lainnya dan membandingkan dengan yang lainnya. Seringkali seorang suami tidak lagi dapat menemukan kebaikan dari pasangannya karena membandingkan pasangannya dengan orang lain. Seringkali seorang istri tidak bisa memahami kebaikan suaminya karena silau melihat kebaikan orang lain. Demikian pula para orang tua tidak bisa menghargai anak – anaknya, dan anak – anak tidak lagi dapat menghormati orang tuanya, karena berusaha menemukan hal – hal lainnya yang tidak dimiliki oleh orang tuanya atau oleh anak – anaknya. Padahal kalau setiap dari kita mau merenungkan dengan jujur, maka kita pasti akan dapat menemukan hal – hal yang baik dan bermanfaat bagi orang – orang yang ada di sekeliling kita. Jadi, jangan membandingkan apa yang ada pada kita dengan apa yang ada pada orang lain, karena kesempurnaan dalam hidup bukanlah didapat dengan membandingkan apa yang tidak kita miliki, namun dengan mensyukuri apa yang saat ini kita miliki. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s