Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kekuatan Sebuah Pengulangan

echo wave“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Roma 10 : 17)

Seorang anak lelaki berangkat dari desa ke kota untuk bekerja dan meninggalkan ibunya sendirian di rumah. Suatu hari, sang ibu dikabari oleh tetangganya bahwa anaknya telah membunuh orang. Tentu saja sang ibu tidak percaya sama sekali.

Sore harinya, ada orang lain lagi yang memberitahu bahwa anaknya sudah membunuh orang karena masalah pekerjaan. Sang ibu terdiam dan masih tidak percaya. Malam itu tidurnya menjadi tidak enak. Besoknya, pagi – pagi benar sudah ada orang lain lagi yang mengatakan anaknya terlibat kasus pembunuhan.

Kini, si ibu baru yakin berita itu benar. Ia menjadi sangat sedih. Namun alangkah terkejutnya ia, ketika mendapati anaknya pulang ke rumah. Sang ibu langsung saja menanyakan soal pembunuhan tersebut. Anaknya tertawa dan menjawab bahwa mana mungkin dia membunuh orang. Memang ada pembunuhan, tapi dia tidak terlibat, hanya saja pembunuh itu kebetulan punya nama yang sama dengan dia. Rupanya si ibu sudah terpengaruh oleh informasi yang disampaikan secara berulang – ulang, tanpa tahu fakta yang sebenarnya.

Sobat Talenta, bahkan seorang yang yakin sekalipun, perlahan – lahan akan mulai meragukan keyakinannya bila dirinya menerima informasi yang bertentangan dengan keyakinannya itu secara berulang – ulang. Inilah sebuah kekuatan dari pengulangan.

Yang menjadi pertanyaan penting dalam hidup ini adalah, apa yang masuk ke dalam pikiran kita secara berulang – ulang? Apakah hal – hal yang positif atau hal – hal yang negatif?

Apakah yang masuk ke dalam pikiran kita secara berulang – ulang adalah Firman Tuhan yang hidup, janji Tuhan yang tidak pernah gagal, atau justru perkataan negatif dari orang lain, atau berbagai berita buruk yang berisi perceraian, pembunuhan, pencurian, atau musibah dan bencana?

Memang tidak ada salahnya kita mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia ini karena sebagai anak Tuhan kita harus tahu apa yang sedang terjadi di dunia pada akhir zaman ini. Namun kita harus meletakkan semua informasi itu dalam proporsi yang benar dan wajar. Karena kalau semua berita buruk itu masuk dalam pikiran kita secara berulang – ulang, dengan porsi yang jauh lebih besar dari Firman Tuhan, maka janganlah heran kalau hidup kita selalu diliputi oleh ketakutan, kekhawatiran, ketamakan, egoisme, dan hal – hal negatif lainnya.

Jadi, mari memilih untuk memasukkan Firman Tuhan ke dalam pikiran dan hati kita secara berulang – ulang. Bukan hanya seminggu sekali waktu di gereja, tapi biarlah setiap hari dan setiap saat, supaya hidup kita berhasil dan penuh dengan damai sejahtera. Karena iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s