Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kekuatan Semangat

Francis Asbury“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala – nyala dan layanilah Tuhan” (Roma 12 : 11)

Sobat Talenta, pernahkah anda mendengar seorang hamba Tuhan bernama Francis Asbury (1745 – 1816)? Dia adalah seorang pengkhotbah paling rajin dan mungkin dialah pemegang rekor dalam jumlah berkhotbah. Bayangkan selama 45 tahun pelayanannya di Amerika, dia telah mengadakan perjalanan dengan berkuda atau kereta sejauh kira – kira 300.000 mil (480.000 km) atau setiap hari ia rata – rata mengadakan perjalanan sejauh 30km. Dan hebatnya lagi, selama 45 tahun itu pula ia telah menyampaikan sebanyak 16.500 khotbah atau rata – rata ia berkhotbah sekali sehari selama 45 tahun!
Padahal kalau kita telusuri, catatan akademisnya tidaklah mengesankan pada usia 12 tahu. Ia sudah putus sekolah dan bekerja sebagai pemagang pandai besi. Imannya “dihidupkan” kembali pada usia 14 tahun. Hingga akhirnya pada usia 21 tahun, ia diangkat menjadi pengkhotbah Metodis sepenuhnya. Pada tahun 1771, John Wesley mengajukan tantangan kepada pendeta Metodis : “Saudara – saudara… Saat ini di Amerika sedang berseru minta tolong. Siapakah yang bersedia menanggapi dan menolong mereka?” Asbury menjawab tantangan itu.

Sejak saat itu ia menjadi pengkhotbah yang tak kenal kompromi. Meskipun pada musim salju (biasanya pada musim ini para pengkhotbah lain lagi asyik mendengar di samping tungku penghangat atau piknik ke negara tropis), namun Asbury terus saja berkhotbah. Hatinya selalu membara dengan semangat untuk mengabarkan keselamatan!

Sobat Talenta, mungkin kita bukanlah seorang pengkhotbah seperti Asbury. Namun adakah semangat yang selalu membara di hati kita untuk mengabarkan berita keselamatan kepada orang lain? Mungkin caranya tidak selalu harus dengan menjadi penginjil. Mungkin kita dapat menggunakan harta kita, waktu kita, perhatian kita, dan apa saja yang kita mampu lakukan dan kita miliki untuk memberitakan Injil. Dan yang terpenting dari semua itu, mari gunakan kehidupan kita sebagai surat yang terbuka untuk memberitakan Injil. Biarlah melalui kehidupan kita, orang lain melihat kasih Tuhan. Orang lain melihat adanya suatu perbedaan yang membuat mereka tertarik untuk datang kepada Tuhan dan pada akhirnya mengalami keselamatan itu.

Yang paling penting bukanlah caranya, namun adalah kerinduan yang menyala – nyala di dalam hati kita. Karena kalau kerinduan itu sudah ada, maka dengan sendirinya Tuhan akan menunjukkan caranya kepada kita, hingga pada akhirnya kita dapat menjadi berkat bagi orang lain dan menjadi berkat bagi dunia ini. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s