Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Putih, Hitam, atau Abu-abu?

Hati“Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” (Yakobus 1 : 8)

Paul Harvey menceritakan kisah tentang seorang prajurit dalam perang sipil (Civil War) yang mencoba menyelamatkan diri dengan cara konyol. Dengan harapan supaya tidak dikenali oleh musuh, daripada mengenakan seragam tentaranya, ia lebih memilih memakai baju atasan biru dan celana abu – abu dan mengendap – endap dalam kancah peperangan. Akhirnya ia justru mendapatkan tembakan dari dua arah! Baik dari arah musuh maupun dari arah pasukannya sendiri.

Sobat Talenta, pada saat terjadi peperangan, tidak ada tempat yang sifatnya abu – abu, hanya ada dua pilihan, dipihak lawan atau kawan. Demikian pula dengan kehidupan rohani kita, saat kita hidup di dunia ini, sebenarnya kita juga sedang berada dalam kancah peperangan rohani, dan hanya ada dua pilihan bagi kita, di pihak Allah atau di pihak iblis, karena tidak ada area abu – abu.

Orang yang hidup dengan dua pilihan yaitu di pihak Allah namun masih juga tetap mengikuti dunia, tidak akan pernah tenang dan mengalami damai sejahtera dalam hidupnya, karena hatinya telah mendua. Kita tidak akan bisa melangkah maju bila hidup dalam dua area, kita hanya akan bergerak maju dan mundur. Mungkin kita akan maju beberapa langkah, namun lalu mundur kembali beberapa langkah, sehingga kita tidak akan sampai pada tujuan hidup kita.

Mungkin ada kalanya kita begitu on fire mengikut Tuhan, begitu berapi – api melayani Tuhan. Lalu tiba – tiba adakalanya kita mulai mundur teratur, tidak lagi mengikut Tuhan dengan segenap hati dan meninggalkan ladang pelayanan. Atau bisa saja kita kelihatannya bergerak, kelihatannya kita melakukan sesuatu, kelihatannya kita aktif, kelihatannya kita sibuk melayani Tuhan, padahal kita hanya sibuk bergerak tanpa menuju suatu arah yang pasti, kita hanya sibuk untuk maju dan mundur sehingga posisi kita hanya statis saja, dan tetap di tempat tanpa mengalami kemajuan atau pertumbuhan rohani yang berarti. Karena apa? Karena hati kita mendua. Ingin ikut Tuhan Yesus, tapi belum mau “meninggalkan” dunia. Ingin merangkul Tuhan Yesus, tapi tangan yang satu masih ingin merangkul dunia.

Jadi, mari segera mengambil keputusan, dipihak manakah kita akan berperang, di area mana kita akan menjalani kehidupan ini. Jangan hidup dengan mendua hati. Jangan hidup dengan warna abu – abu. Pilihlah hitam atau putih, dan yang terbaik adalah : pilihlah Yesus. Mari setiap hari kita memilih untuk menjalani kehidupan bersama Yesus, supaya jati diri kita jelas berada di pihak yang mana dan supaya kita tidak mendapat serangan dari dua arah, sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s