Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

T I M E

Hudson Taylor“…dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan” (Roma 5 : 4)

Seorang misionaris merasa terpanggil untuk mengabarkan berita sukacita di China. Sekalipun merasa bahwa itu adalah hal yang mustahil, setelah melewati berbagai pergumulan, akhirnya ia bertekad harus menyampaikan berita sukacita itu ke daratan China. Ia memulainya dengan melakukan pendekatan kultural, masuk ke China dengan mengenakan pakaian adat China. Namun secara adat, sosial, dan kebudayaan, orang China menolaknya. Apalagi ia mengabarkan Injil, no way. Itulah kisah pengabaran Injil di China. Semuanya butuh proses belajar, learning process.
Misionaris ini tidak putus asa, apalagi menyalahkan Tuhan karena mengutusnya kesana. Satu hal yang ia yakini bahwa learning process itu memerlukan waktu dan penentu kesempatan adalah Tuhan sendiri. Karena prinsipnya itu, ia segera memperbaiki perilakunya, cara berkomunikasi, sampai misi yang dibawanya. Ternyata, melalui perilaku saja, tanpa ada hal lain lagi, ia mulai menjadi contoh dan teladan bagi orang lain. Perbuatan baik tanpa pamrih ternyata membuat orang bersimpati kepadanya. Dari sana, orang di sekitarnya mulai bertanya – tanya kepadanya. Ternyata kesempatan datangnya dari langit, dari Tuhan sendiri. Setiap pertanyaan dijawabnya dengan kasih : ada nama Yesus, Sang Juru Selamat, disana. Dia mulai bersaksi tentang orang yang jatuh ke dalam dosa, kemudian datang kasih Tuhan yang bisa menjawab seluruh tantangan hidup.
Dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun, akhirnya ada lima orang menerima Yesus. Kemudian jiwa-jiwa pun bertambah terus, dari 10, 20, 100, hingga 1.000, dan terus berkelanjutan. Mayoritas adalah kaum wanita. Pelayanan selanjutnya tetap di “bawah tanah”. Banyak orang berdatangan dan mencari Kristus sang Juru Selamat.
Itulah pengalaman Hudson Taylor, seorang misionaris di China. Sebuah proses luar biasa tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah. Sebuah misi dengan tingkat kesukaran yang sangat tinggi dan hampir tidak mungkin. Namun, sesuatu yang terlihat mustahil, ternyata tidak demikian bagi Tuhan. Manusia yang cepat putus asa tidak pernah menikmati hasil akhir yang gemilang. Ketika hendak memasuki fase kesuksesan, ia sudah mundur. Ketika akan sampai di ujung kemenangan, ia didapati telah menyerah. Padahal, kuncinya hanya satu, berjuang sampai akhir. Proses belajar adalah sebuah tahapan, bukan jalan tol. Tahapan itu memungkinkan seseorang harus melewati jalan terjal dan berliku. Ketahanan secara fisik dan mental memang diperlukan. Orang yang bermental baja dan bermental juaralah yang akan bisa mendapatkan penghargaan.

Sobat Talenta, sebagai anak Tuhan yang ditempatkan di tengah – tengah dunia ini, kita harus menyadari bahwa semua aktivitas untuk menuju puncak kesuksesan adalah bagian dari learning process. Tahapan – tahapan yang menyenangkan maupun penuh kesulitan harus bisa dilalui dengan baik. Jika tidak, kita tidak bisa mencapai mahkota kemenangan. Tuhan kita adalah Tuhan yang menang. Sudah sepatutnyalah kita mewarisi jiwa pemenang tersebut. Dengan demikian, tidak ada yang tidak bisa dicapai dalam misi apa pun yang ada di depan kita. Sebuah misi yang kelihatannya tidak mungkin tercapai akan bisa diwujudkan melalui keuletan dan mental juara. Jadi, jangan cepat menyerah dan jangan mengukur sebuah keberhasilan dari cepat atau lamanya sebuah tujuan yang dapat tercapai. Karena selama masih ada waktu, selalu ada kesempatan untuk kesuksesan, entah itu dalam pekerjaan, bisnis, rumah tangga, maupun pelayanan, Lakukan saja bagian kita dengan tekun, dan biarkan Tuhan sendiri yang melakukan percepatan, karena waktu Tuhan selalu tepat dan indah pada waktunya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s