Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Sekeping Uang Logam

uang logam“Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan” (Amsal 15 : 16)

Ketika sedang meninjau proyek, seorang kontraktor menemukan uang logam kuno. Asistennya mengusulkan untuk membawa uang kuno tersebut ke kolektor barang antik. Namun, si kontraktor tidak terlalu antusias dengan usulan itu. Apalagi jumlahnya hanya satu dan sudah berkarat pula. Ketika ia menunggu pemilik gedung, si kontraktor sempat berbincang dengan seorang supplier yang sama – sama menunggu. Ia menawarkan bahan kimia pengkilap logam. Saat berbincang – bincang, uang logam tadi coba digosok dengan larutan kimia produk oorang itu. Ternyata, kini uang itu menjadi berkilauan. Sore hari sewaktu pulang kerja, si kontraktor kebetulan melewati toko barang antik. Ia menawarkan uang koin tadi ke pemilik toko. Uang lama tadi dihargai US $ 120. “Lumayan”, pikirnya, karena saat itu uang di kantongnya sedang menipis walaupun baru tanggal 15. Keesokan harinya, seseorang menelepon dan dengan tulus ingin memberikan US $ 800 kepada kontraktor tersebut. Alasannya, si penelepon merasa sangat senang membeli uang kuno itu dari toko barang antik dan berusaha mencari orang yang menjual barang tersebut kesana. Tanpa pikir panjang, si kontraktor menerima tawaran baik si penelepon. Dalam waktu yang tidak lama, ia mendapatkan tambahan uang US $800. Sejak kejadian itu, si kontraktor menjadi sangat gembira. Ia tampak ceria, lebih percaya diri dan sangat bersemangat dalam bekerja. Semangatnya ini membuat pimpinan proyek sangat bangga. Si kontraktor pun mendapatkan hadiah US $ 400, uang ekstra di luar gaji rutinnya.

Suatu petang, ketika ia sedang menjemput istrinya, tiba – tiba seorang berandalan menodongkan belati ke arah kontraktor. Uang yang ada di dalam dompetnya diminta secara paksa. Ia terpaksa menyerahkannya demi keselamatan jiwanya. Menurut perhitungan, ia kehilangan US $920. Saat istrinya mendekatinya setelah peristiwa itu dan menanyakan apakah ia baik – baik saja, ia menjawab, “Oh, tidak apa – apa, Ma. Hanya koin logam kuno yang telah diambil oleh pencopet.” Istrinya yang tidak mengetahui jumlah uang yang lenyap menatap sang kontraktor, dan berkata lembut, “Syukurlah kalau begitu, bahkan kalau seandainya kita harus kehilangan uang US $500 pun tidak masalah. Asal kamu tidak dicederai berandal tadi, Sayang.”

Si kontraktor merenung sejenak sambil memaksakan diri tersenyum. Ia baru kehilangan uang sebesar US $920. Walaupun kehilangan sebanyak itu, ia tetap bersyukur. Jika, dihitung, itu semua senilai dengan sekeping koin lama yang ditemukannya. Ya, hanya uang lama yang hilang. Ia pun menganggapnya sebagai pengalaman yang numpang lewat dalam dirinya. Tidak seperti orang lain yang jatuh sakit karena kehilangan uang sebesar itu dalam sekejap mata, sang kontraktor tidak merasa kehilangan terlalu banyak dan hanya menganggap sebagai kehilangan sekeping uang kuno. Tuhan sudah memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu, ia menang atas ketamakan. Sobat Talenta, sesungguhnya dalam hidup ini, semua yang ada di dunia ini adalah titipan Tuhan. Jika sewaktu – waktu hilang atau diambil Tuhan, mengapa harus sedih sampai berlarut – larut? Apakah kita mengalami kerugian dalam usaha, ditipu orang, atau berbagai bentuk kerugian dan kehilangan lainnya? Ingat, hanya titipan Tuhan. Mari belajar percaya bahwa hidup kita ada dalam kendali dan pemeliharaan Tuhan, dan bahwa semua yang diijinkan Tuhan terjadi adalah untuk kebaikan kita, sehingga kita tidak lagi memiliki rasa kecewa yang mendalam, apalagi frustasi, karena percuma saja kita mempunyai banyak harta kalau pikiran kita penuh dengan kecemasan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s