Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Apa Prioritas Kita?

Hati“Janganlah, kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.ā€ (Matius 6 : 19)

Suatu hari sepasang suami istri membeli sebuah sepeda motor untuk sarana transportasi mereka. Mereka membeli kendaraan itu dengan cara kredit per bulan. Hari demi hari berlalu dan mereka menggunakannya dengan senang, segala pekerjaan mereka kini lebih mudah diselesaikan karena adanya motor itu.

Namun, sungguh tak disangka tiga bulan setelah membeli kendaraan itu mereka mengalami kecelakaan yang cukup fatal. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit. Selama seminggu mereka berdua tak sadarkan diri. Hingga akhirnya pada hari kedelapan sang suami mulai siuman dari komanya. Ia segera mencari suster yang ada.

Suami : “Suster, mengapa saya ada disini?”

Suster : “Ooo…bapak mengalami kecelakaan motor bersama istri.”

Suami : “Kalau begitu bagaimana dengan motor saya, sus??”

Suster : “Loh kok malah motor, apa bapak tidak khawatir dengan keadaan istri bapak?”

Suami : “Kalau istri saya, biarin sus,…dia sudah lunas dibayar oleh darah Yesus, sedangkan motor saya itu masih nyicil.”

Mungkin saat ini kita tersenyum membaca cerita di atas, tetapi bukankah itu yang seringkali juga terjadi dalam kehidupan kita? Seringkali materi jauh lebih berharga dibandingkan orang – orang yang kita kasihi. Seringkali kita berupaya sekuat tenaga dan mengerahkan upaya begitu rupa untuk memperoleh atau mempertahankan materi tanpa peduli lagi hubungan kita dengan sesama dan tanpa peduli lagi hubungan kita dengan orang – orang yang kita kasihi,…yang dengan mudahnya kita abaikan dan kita lupakan karena terlalu sibuk mengejar materi.

Sobat Talenta, mari kita renungkan sejenak, …apa yang selama ini menjadi prioritas dalam kehidupan kita,…apakah itu adalah pekerjaan kita,…uang…kekayaan…atau keluarga kita. Dan dimanakah letak Tuhan Yesus dalam prioritas kehidupan kita? Apakah di tempat yang paling utama? Atau justru di tempat yang paling belakang?

Janganlah seperti suami tadi yang berdalih secara rohani, padahal sesungguhnya yang ada di pikirannya hanyalah benda materi semata dan bukan pasangan hidupnya. Mari jadikan Tuhan Yesus sebagai Prioritas yang utama dan terutama, setelah itu, jadikan keluarga dan orang – orang yang kita kasihi, orang – orang yang ada di sekeliling kita menjadi prioritas selanjutnya sebelum kita mengutamakan harta benda atau materi. Karena semua benda materi sifatnya hanyalah sementara, tetapi kasih kita kepada Tuhan Yesus dan kasih kita kepada sesama akan kekal selamanya, karena ada tertulis; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap, tetapi Kasih tidak berkesudahan. Bagaimana menurut Anda?
Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s