Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

One Hour With God

Blake Wesley“Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu, daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah – kemah orang fasik” (Mazmur 84 : 11)

“Big Red” Blake Wesley, adalah salah satu pemain hoki NFL yang sangat sukses, tampaknya dia telah memiliki segala – galanya mulai dari uang, popularitas, kemewahan, istri yang cantik manis, dan tiga orang putra yang lucu. Namun, ketika cedera demi cedera karena profesinya itu menyebabkan dia akhirnya mengalami rasa nyeri yang terus menerus. Blake mulai berpaling pada obat – obat penghilang rasa sakit, lalu alcohol, dan akhirnya obat – obatan. Kini, ia menjadi seorang suami dan ayah yang semakin tidak bertanggung jawab, sehingga istrinya bahkan lalu membawa ketiga putra mereka pulang ke Oregon, ke rumah orang tuanya, sampai akhirnya Blake harus menghadapi hidupnya seorang diri.

Suatu hari, pelatihnya memberitahu dirinya, bahwa karir yang telah dia rintis selama lebih dari delapan tahun akan segera berakhir dalam waktu dekat, kecuali kalau ia dapat membereskan hidupnya. Tersentak dengan ucapan pelatihnya, Blake berjalan sendirian menuju ke sebuah kamar hotel yang gelap dan kumuh. Dengan perasaan lelah dan marah, ia jatuh terpuruk di atas tempat tidurnya, sambil menengadah ke atas. Pada titik itulah, ia ingat kepada Tuhan. Seketika itu juga, ia memeluk lututnya, bertelut di hadapan Tuhan, dan menyerahkan seluruh kehidupannya termasuk banyaknya kegagalan dan dosanya kepada sang Tabib Agung, tanpa syarat. Selama satu jam, ia lewatkan waktu di dalam kamar hotel itu, untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhan. Dalam beberapa menit kemudian setelah menutup doanya, ia mulai disembuhkan. Blake memang masih harus mengikuti konseling dan rehabilitasi selama berbulan – bulan akibat kecanduannya itu, namun di dalam dirinya telah dimulai sesuatu yang membuahkan pemulihan sepenuhnya, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan pribadinya. Waktu satu jam yang dia habiskan bersama Tuhan di dalam kamar hotelnya yang kumuh, telah menjadi benih dari sebuah kehidupan baru yang terus bertumbuh.

Sobat Talenta, apakah kita pernah mengalami kegagalan yang membuat kita berputus asa dan seolah tak ada harapan dalam hidup ini? Jangan pernah berputus asa, jangan pernah menyerah, selalu ada jalan keluar dan selalu ada kehidupan baru yang menantikan kita. Yang kita butuhkan hanyalah berpaling kembali kepada Tuhan Yesus, luangkan waktu untuk bersekutu dengannya, karena kita dapat meraih lebih banyak dalam satu jam bersama Yesus, daripada seumur hidup tanpa Dia.

Jadi, jangan pernah berputus asa terhadap semua kegagalan dan kelemahan kita, karena Tuhan Yesus tidak pernah berputus asa karena kita, Dia selalu membuka kedua tanganNya yang berlubang paku untuk menyambut dan memeluk kita dalam kasih dan pengampunanNya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s