Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Respon Yang Benar

emotions“Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin” (Amsal 17 : 27)

Joseph Kudar adalah seorang pengacara yang sukses pada era tahun 1950 di Hongaria. Ia bersama rekan – rekannya bergabung melawan tirani komunis. Namun kegagalan perlawanan anti komunis pada waktu itu, memaksanya melarikan diri ke Amerika Serikat. Sesampainya di sana, tanpa uang dan teman, ia mencoba melamar pekerjaan di kantor pengacara, tetapi, karena ia kurang begitu mengenal hukum di Amerika, ia ditolak dengan sopan. Akhirnya, ia mencoba mencari pekerjaan lain dalam perusahaan impor – ekspor. Dua minggu kemudian ia menerima penolakan dengan jawaban agak kasar dari salah satu perusahaan. Alasannya, tata bahasa Inggrisnya kacau balau.

Terluka, hati Kudar menjadi mendidih. Dengan hak apa mereka berkata kasar seperti ini. Kudar duduk termenung dalam keadaan…marah! Lalu ia mulai mengambil pena, dan menulis surat balasan yang isinya lebih kasar, kepada perusahaan yang telah menolaknya itu. Saat ia membaca surat balasannya itu kembali, tiba – tiba ia teringat dengan sebuah ayat, “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman… (Amsal 15 : 1) Seketika, hatinya terasa dingin kembali. “Tidak, aku tidak jadi mengirimkan surat itu, mungkin orang itu memang benar, bahasa Inggrisku memang kurang sempurna, karena aku orang Hongaria dan bukan orang Amerika.” Begitu kata hatinya.

Kemudian Kudar menulis surat lagi, kali ini dengan nada halus, meminta maaf atas kelancangannya, menjelaskan keadaannya, dan berterimakasih kepada orang yang telah mengoreksi bahasa Inggrisnya.

Dua hari kemudian, ia menerima telepon dari perusahaan yang telah menolaknya itu, dan mengundangnya ke New York untuk wawancara. Seminggu kemudian, ia diterima kerja. Bahkan, dikemudian hari, Kudar diangkat menjadi wakil presiden perusahaan itu.

Bila saja Kudar melanjutkan untuk mengirim “surat marah” nya itu, mungkin ia akan terlunta – lunta di negeri paman Sam sebagai gembel yang tidak mendapatkan pekerjaan. Namun karena ia mempraktekkan kebenaran Firman Tuhan, maka Tuhan menggenapi janjiNya, yaitu, memberkati hidupnya dengan keberhasilan.

Sobat Talenta, bagaimanakah respon kita terhadap hinaan, kritikan ataupun kata – kata kasar yang dilontarkan orang lain terhadap kita? Apakah kita marah lalu membalasnya dengan hal yang sama, bahkan dengan cara yang lebih buruk? Kalau itu yang kita lakukan, sesungguhnya kita tidak ada bedanya dengan mereka.

Bila kita ingin menikmati hal – hal besar dalam hidup ini, marilah belajar untuk tidak membalas setiap perilaku buruk orang lain, karena orang yang berpengetahuan menahan perkataannya dan orang yang berpengertian berkepala dingin.” Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s