Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

DICARI !!! Murid Sejati

Ps. Yosi Here

rockKita tahu bahwa Tuhan rindu agar kita menjadi anak-anakNya. Namun tidak hanya itu saja, Tuhan ingin setiap dari kita menjadi muridNya juga. Apa maksudnya?

Dalam kehidupan Yesus, banyak orang mengikutiNya. Beberapa dari mereka hanya berperan sebagai pengikut (follower). Namun berbeda halnya dengan seorang murid. Seorang murid tak hanya sebagai mengikuti kemana Yesus pergi, tetapi juga mau belajar dan mengerti kehendak Tuhan.

Dalam Mat 4:23-25; “Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.” Dalam kisah ini kita mengetahui bahwa tujuan orang datang mengikut Yesus hanyalah untuk mendapatkan mujizat. Lalu bagaimana dengan anda?

Sebagai seorang murid, kita diajar, untuk tidak menjadi sama seperti dunia karena hal ini hanyalah sia-sia saja. Tuhan mau agar kita masuk ke dalam kebenaran kekal. Hal ini hanya didapatkan ketika kita menjadi seorang murid. Berbeda seorang pengikut, mereka mendengarkan kebenaran kekal namun tidak melakukannya.

Di dalam mengenal Tuhan, janganlah kita menjadi seorang turis, yang bisa datang dan pergi seenaknya sendiri. Jadilah seorang murid sejati. “Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.” (Mat 5:1)

Dalam Luk 5:15–16, “Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” Bukanlah keramaian yang Tuhan inginkan meski Dia bisa melakukannya. Namun Tuhan mau kita memiliki hubungan intim dengan Tuhan lewat berdoa. Tuhan ingin membangun mentalitas seorang murid di dalam kehidupan kita.

Seringkali ketika masalah datang, membuat diri kita undur dari Tuhan. Hal ini pula yang terjadi di dalam murid Yesus. Mencari mujizat dan berkat merupakan motivasi yang keliru dalam mengikut Tuhan (Yoh 6:22-27). Hal ini mengejutkan ketika murid-murid Yesus undur untuk mengikutiNya. (Yoh 6:6).

Level iman akan naik ketika kita mendapatkan masalah dan tantangan datang dalam diri kita. Kebenaran kekal turut mengajar kita untuk menjadi murid Tuhan. Bagaimana caranya? Coba lihatlah kisah Daniel dan Yusuf. Meski Daniel hanya tunduk pada hukum Tuhan dan Yusuf difitnah, mereka tetap tegar dan kuat dalam pencobaan mereka. Meski mereka benar di hadapan Tuhan, mereka tidak takut akan konsekuensi yang harus mereka ambil di dalam kehidupannya. Hal inilah yang membuat iman mereka bertumbuh.

Banyak dari kita gagal untuk menjadi murid Tuhan. Coba lihatlah kisah di dalam Mat 8:18. Ada dua hal yang menyebabkan mereka gagal:

  1. Mereka tidak menghidupi Kristus

1 Yoh 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Milikilah gaya hidup Kristus

  1. Keinginan Duniawi

Yak 1:12, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” Kata “pencobaan” dalam Yak 1:13, berarti Terasmos, yakni ujian dan cobaan yang datang secara simultan.

 

Ada dua hal yang menggambarkan kehidupan seorang murid:

  1. Tinggal Dalam FirmanNya

Firman yang kita tahu, akan menjadi pelita bagi kaki kita. Yoh 8:31-32, “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

  1. Mati Bagi Diri Sendiri

Yoh 12:24-25, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” Potensi di dalam diri kita tidak akan pernah muncul ketika kita tidak ada “kematian” di dalam diri kita. Sadarilah potensi yang diberikan Tuhan di dalam diri kita. (Yeh 34:26) Bagaimana menurut anda?

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (20 September 2015)  di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s