Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Mengasah Kapak

axe“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak” (I Korintus 9 : 27)

Penginjil Billy Graham, sedang mengadakan pertemuan tanya jawab di sebuah sekolah teologi dengan sekelompok calon pendeta. Seorang pemuda yang sudah jemu mengikuti mata kuliah teologi, bahasa Yunani, dan bahasa Ibrani, ingin sekali segera pergi ke ladang misi dan menjadi seorang penginjil.

Karenanya ia bertanya, “Dr. Billy Graham, jika Anda seumur dengan saya, dengan keadaan dunia seperti sekarang ini, apakah Anda masih akan menghabiskan waktu bertahun – tahun hanya untuk pelatihan?”

Jawaban Billy Graham mengejutkan setiap peserta, “Orang muda, saya tidak dapat memikirkan sesuatu yang lebih berguna untuk waktumu saat ini daripada mengembangkan anugerah – anugerah Allah yang telah diberikanNya kepadamu. Jika engkau diperintahkan untuk pergi ke dalam hutan dan menebang beberapa batang pohon, dan kepadamu diberikan sebuah kapak yang terbuat dari baja yang kuat tetapi tumpul, maka waktu yang digunakan untuk mengasah kapak itu bukanlah waktu yang disia – siakan, bukankah demikian? Tinggallah di sekolah dan asalah kapakmu, sebelum engkau pergi menebang pohon.”

Ya, bagi sebagian orang sebuah latihan ataupun sebuah pembelajaran, kelihatannya seperti sedang membuang – buang waktu dengan percuma. Padahal tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mencapai keberhasilan secara instant. Semuanya dibutuhkan sebuah proses, dan setiap proses yang kita lakukan dengan sungguh – sungguh tidak pernah sia – sia, karena di dalamnya, Tuhan selalu bekerja untuk mengasah dan mempertajam segala kemampuan, maupun talenta, yang telah diberikanNya kepada kita.

Jadi, jangan hanya meluangkan waktu untuk mengejar tujuan hidup saja, jangan hanya memaksimalkan waktu untuk bekerja dan terus bekerja, namun mari juga meluangkan waktu untuk belajar, untuk bersosialisasi, untuk menjadi berkat, dan yang terutama jangan pernah lupa untuk mengasah “kapak rohani” kita yaitu dengan jalan rajin bersekutu dan bersaat teduh bersama Roh Kudus, karena percuma saja kita mendapatkan segalanya, kalau manusia rohani kita tumpul dan tidak bisa menjadi berkat.

Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s