Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Berdiri Teguh

Ps. Yosi Here

rockKetika masalah datang, bagaimana reaksi iman anda? Apakah semakin kuat atau semakin loyo? Hari ini kita belajar untuk bisa berdiri teguh ketika masalah dan cobaan datang. Apa alasannya untuk kita melakukan hal itu?

  1. Berdiri Teguh Untuk Level Iman Yang Lebih Tinggi

Mark 6:51-52, “Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.” Kata “degil” (hardened) dalam bahasa Ibrani adalah “Poroo”, dimana seseorang memiliki hati yang membatu (petrify) dan mengeras (indurate). Mereka yang mengikut Yesus hanya percaya kepada Tuhan ketika mereka melihat mujizatNya. Level iman kita harus berkembang. Janganlah iman kita menggebu-gebu ketika hari Minggu saja, tetapi setiap hari terus mengasah iman kita.

Yes 5:20, “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit.” Kita harus hidup dalam kebenaran. Ingatkah anda tentang kisah Daniel? Dia tidak peduli atas konsekuensi yang akan dia terima ketika dia tetap berdoa kepada Tuhan. Imannya bertumbuh ketika dia mau mengikut Tuhan.

Di dalam tabernakel Musa, dibagi menjadi tiga bagian: pelataran (bagian depan), ruang kudus, dan ruang maha kudus. Kristen pelataran menggambarkan orang yang mau mencari Tuhan ketika mereka datang kepada Tuhan hanya untuk mengaku dosa mereka. Setelah mempersembahkan korban penebusan dosa, mereka kembali berbuat jahat dan mempersembahkan korban bakaran untuk ditebus oleh Tuhan. Hal ini terjadi terus menerus. Tidak ada keintiman pribadi lepas pribadi dengan Tuhan. Berbeda halnya dengan Kristen ruang maha kudus. Ruang maha kudus adalah ruang yang dijaga 24 jam dan disana terdapat pujian dan pernyembahan yang dilakukan oleh imam.

Next Level Next Devil. Ketika level iman kita naik, maka naik pula persoalan yang akan kita hadapi. Godaan akan semakin kuat untuk menghancurkan iman kita. Janganlah takut ketika imanmu bertumbuh di dalamNya. Tuhan ingin agar kita memiliki iman yang sungguh-sungguh dan tinggal di dalamNya.

  1. Berdiri Teguh Untuk Terus Belajar/Dibentuk (Jadi Murid Sejati)

1 Taw 11:22-25, “Selanjutnya Benaya bin Yoyada, anak seorang yang gagah perkasa, yang besar jasanya, yang berasal dari Kabzeel; ia menewaskan kedua pahlawan besar dari Moab. Juga pernah ia turun ke dalam lobang dan membunuh seekor singa pada suatu hari bersalju. Pula ia membunuh seorang Mesir, seorang yang tinggi perawakannya lima hasta tingginya; di tangan orang Mesir itu ada tombak seperti pesa tukang tenun, tetapi ia mendatanginya dengan tongkat, merampas tombak itu dari tangan orang Mesir itu, lalu membunuh orang itu dengan tombaknya sendiri. Itulah yang diperbuat Benaya bin Yoyada; ia mendapat nama di antara ketiga puluh pahlawan itu. Sesungguhnya, di antara ketiga puluh orang itu ia paling dihormati, tetapi ia tidak dapat menyamai triwira. Dan Daud mengangkat dia mengepalai pengawalnya.” Dalam kisah di atas, kita telah mempelajari kehidupan Benaya. Kata “Benaya” dalam bahasa Ibrani berarti “Jah has built”, artinya Tuhan telah membangun. Dan Kabzeel berarti Tuhan telah mengumpulkan (God has gathered).

Fil 1:6 mengatakan, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” Tuhan memberikan kita kesempatan untuk hidup dengan cara-cara yang ajaib. Tuhan tahu bagaimana kehidupan Benaya di masa lalunya dan Dia telah mengubah kehidupan Benaya.

Maz 144:1, “Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;” JIka anda tidak pernah menggunakan “senjata” untuk mengalahkan setiap peperangan dan persoalan di dalam kehidupan kita, maka senjata itu akan tumpul. Ini menggambarkan bagaimana kita menumbuhkan iman kita untuk bisa berdiri dan terus belajar kepadaNya tatkala permasalahan datang.

Jalan penyelesaian malasah diumpakan 2 buah jembatan, jembatan pendek dan jembatan yang panjang. Jembatan pendek menggambarkan kehidupan seseorang yang hanya mengandalakan kekuatannya sendiri. Dia mengambil keputusan tanpa melibatkan Tuhan dalam menyelesaikan masalahnya. Sedangkan jembatan yang panjang menggambarkan jalan Tuhan. Meskipun jalan yang ditempuh tidak sesuai dengan keputusan yang kita ambil, tapi bersama Tuhan kita akan mendapatkan kemenangan. Tinggal bagaimana keputusan kita sendiri. Jalan mana yang akan anda pilih? Tetaplah kuat dan berdirilah teguh!

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (9 Agustus 2015) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s