Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Emosi

emotions“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa : janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis” (Efesus 4 : 26 – 27)

Dalam keadaan emosi, seorang ayah m5enulis besar – besar di sebuah surat kabar bahwa salah satu anaknya mulai hari ini tidak lagi diakui sebagai anak. Segala tindak – tanduknya menjadi tanggung jawabnya sendiri. Demikian bunyi salah satu iklan di harian ibukota. Setelah Pendetanya mendengar bahwa bapak ini membuat satu iklan yang sangat mengejutkan, Pendetanya lalu datang untuk menasehati agar sang ayah bisa menahan emosi dan tidak melakukan hal seperti itu. Sebab jika sampai terjadi sesuatu terhadap anak itu, maka yang tinggal nantinya hanyalah penyesalan. Namun, dengan keras hati bapak ini menjawab, “Biarpun dia mati, saya tetap tidak akan mengakui dia sebagai anak.”

Mungkin karena stress, anak yang tidak diakui oleh orang tuanya ini mengalami kecelakaan dan akhirnya mati.

Setelah kematian anaknya itu, barulah sang ayah menyesal. Sepanjang hari, sepanjang minggu, bahkan hingga sepanjang tahun, hidupnya terus menerus dirundung kesedihan. Tetapi apa mau dikata, nasi telah menjadi bubur. Anaknya tidak mungkin hidup kembali. Kalau saja dia mau menuruti nasehat Pendetanya untuk bisa menahan emosi, tentu anaknya masih hidup. Namun hanya karena dia tidak mampu menahan emosi, dia harus kehilangan anaknya, dan kehilangan sukacita dalam sisa hidupnya.

Sobat Talenta, hati – hatilah dengan emosi kita, bila kita tidak dapat mengelola emosi negatif kita, maka keputusan yang kita ambil biasanya adalah keputusan yang keliru. Lebih baik, jangan mengambil keputusan apapun bila kita belum mampu mengendalikan emosi negative kita, supaya kita tidak merugikan orang lain dan diri kita sendiri.

Jadi, bila suatu saat kita mengalami kejadian yang membuat emosi negatif kita timbul, ingatlah selalu untuk menguasai diri. Jangan membuat keputusan apapun supaya kita tidak memberi kesempatan kepada si iblis dan jatuh ke dalam dosa.

Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s