Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Buah dari Ketidaktaatan

taat“Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.” (Efesus 5 : 15)

Alkisah ada seorang anak muda yang ingin menjadi kaya secara mendadak tanpa mau bekerja. Ia kemudian pergi ke suatu gua di mana tempat itu katanya bisa memberikan kekayaan. Akan tetapi, orang – orang sekampung memperingatkannya bahwa telah banyak orang yang pergi ke tempat itu dan mereka tidak bisa kembali karena mati. Biarpun telah diperingatkan, anak muda ini memang orang yang bebal sehingga dia tidak mempedulikan peringatan dari orang – orang kampung yang mengasihinya. Dengan keyakinan diri, ia tetap berangkat ke tempat tersebut. Sesampainya di gua itu, ia bertemu dengan seorang kakek yang telah tua dengan jenggotnya yang putih dan panjang. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, bahwa dirinya ingin kaya secara mendadak, orang tua itu lalu mengajukan syarat seperti kepada orang – orang terdahulu, yaitu, anak muda itu harus mau menjadi seekor babi hutan dan jangka waktu satu bulan. Jika ia tetap hidup dalam satu bulan, maka ia akan mendapat kekayaan yang luar biasa. Akhirnya si anak muda setuju dan jadilah dia seekor babi. Namun, baru dua hari ia menjadi babi, datanglah seorang pemburu dengan senapannya dan bersiap untuk menembak babi itu. Anak muda yang telah berubah menjadi babi ini, berusaha mengatakan bahwa ia adalah manusia, tetapi pemburu itu tidak dapat mengerti perkataan dari si anak muda, sebab yang keluar dari mulutnya hanyalah dengusan babi. Semakin keras ia berkata, semakin keras dengusan yang di dengar oleh pemburu itu. Sang pemburu tidak ingin menyia – nyiakan kesempatan itu, ia segera mengarahkan senapannya dan menembak babi yang tak lain adalah pemuda itu. Akhirnya pemuda yang bebal itu, mati dengan cara yang mengenaskan.
Andai saja pemuda itu mau mengindahkan peringatan dari orang – orang kampung dan tidak menjadi bebal, tentu dirinya tidak akan binasa secara mengenaskan.
Sobat Talenta, Tuhan senantiasa memberikan tuntunan dan peringatan kepada kita, baik melalui FirmanNya, ataupun melalui berbagai macam cara, supaya dalam menjalani kehidupan ini, kita tidak sampai mengalami kerugian, bahkan tidak sampai binasa. Namun bila kita tidak mengindahkan tuntunan dan peringatam dari Tuhan, maka itu tandanya kita sedang menjadi orang bebal. Dan orang bebal biasanya akan mengalami kerugian bahkan kebinasaan kekal. Jadi jangan menjadi orang bebal, tapi marilah menjadi orang yang taat, supaya kehidupan kita selalu diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s