Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Pujian Atau Kritikan

Hitler“Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mataMu melawan orang – orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan” (II Samuel 22 : 28)

Sobat Talenta, kalau kita perhatikan, berkali – kali sejarah telah membuktikan bahwa, orang – orang yang sombong tidak bisa bertahan lama untuk tetap berada di puncak keberhasilannya. Lihat saja Hittler. Cita – citanya untuk mengembalikan kejayaan Jerman bahkan hingga seribu tahun, adalah salah satu dari ungkapan kesombongannya. Ia terlalu percaya diri dan terlalu yakin dengan kekuatan militernya dan kemampuannya secara pribadi untuk menaklukkan dunia. Salah satu bentuk kesombongannya yang lain adalah keacuhannya terhadap nasihat para jendral. Bahkan sampai pada tahun – tahun akhir menjelang kehancurannya, ia tetap bertingkah seperti raja besar, yang tidak mau dinasehati apalagi dikritik.

Akhirnya menjelang Jerman menyerah pada sekutu tanggal 7 Mei 1945, Hittler tewas secara mengenaskan karena bunuh diri (30 April 1945).

Ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak peristiwa kehancuran yang menimpa orang – orang sombong. Sejak zaman dahulu, jauh sebelum dunia diciptakan, Allah sangat tidak senang dengan kesombongan. Karena kesombongan adalah usaha untuk merampas kemuliaan Allah. Berkali – kali Firman Tuhan juga memberikan peringatan supaya kita mewaspadai terhadap dosa kesombongan ini.

Sobat Talenta, kalau kita mau jujur, bukankah seringkali kita lebih senang berteman dengan orang – orang yang suka memuji daripada mereka yang mau memberikan kritik secara jujur dan tulus. Padahal, kalau berteman dengan orang yang kritis (asal kritikannya tulus dan membangun) kita tidak akan mudah jatuh dalam dosa kesombongan. Namun bila kita hanya dikelilingi oleh orang – orang yang pandai memuji, mulai dari pujian yang tulus, sampai dengan pujian yang pura – pura, kita akan lebih mudah jatuh dalam dosa kesombongan, karena kurang mawas diri.

Jadi mari bergaul tidak hanya dengan orang yang pandai memuji kita, namun bergaullah juga dengan orang – orang yang mau memberi masukan dan kritikan secara jujur dan tulus. Karena sebuah pujian dapat membuat kita menjadi tinggi hati, namun sebuah kritikan yang baik dan benar dapat membuat kita selalu rendah hati dan mawas diri. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s