Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Mati dalam Tuhan

life“Berbahagialah orang – orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh”, kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka” (Wahyu 14 : 13)

Dalam bukunya, Man In Black, penyanyi Johny Cash menceritakan tentang kematian saudaranya, Jack, yang terjadi pada tahun 1944. Waktu itu, Johny bermaksud mengajak Jack untuk pergi memancing. Tetapi Jack menolak karena hari Sabtu itu, ia ingin tetap bekerja. Sekitar tengah hari, Pendeta setempat dan ayah Johny memberi kabar kepada Johny bahwa Jack mengalami kecelakaan saat bekerja. Tubuhnya tertarik ke peralatan gergaji besar, sehingga kondisinya sangat parah. Dr. Hollingsworth yang menanganinya berkata bahwa tidak ada harapan lagi bagi Jack untuk hidup. Dalam keadaan koma, Jack terbawa dalam suatu penglihatan dan sering mengigau. Seluruh keluarganya berkumpul di ruangan tempat Jack dibaringkan dalam keadaan pasrah. Keesokan harinya, pukul 6 : 30 sore, masih dalam keadaan tidak sadar, tiba – tiba Jack membuka matanya dan berkata perlahan,” Mengapa semua orang menangis? Mama, jangan menangis. Tidakkan Mama lihat ada sungai mengalir?”

“Tidak Jack, Mama tidak melihat apa – apa.”

Jack melanjutkan, “Aku sedang menuju ke sebuah sungai, ada api di sebelahnya dan surga di seberangnya. Oh Tuhan…bukankah aku harus menuju ke surga?” Lalu Jack menoleh kepada mamanya, “Mama, apakah Mama mendengar suara malaikat menyanyi?”

Tetapi mamanya hanya menggeleng – gelengkan kepala. Sambil menggenggam tangan mamanya, Jack berkata lagi, “Tapi Ma…Mama harus mendengar, ini sungguh sangat indah.” Dengan air mata berlinang – linang, Jack terus berkata, “Aku mendengar suara malaikat menyanyi, makin lama makin keras ma, aku menuju ke sana, Ma… Aku menuju ke surga Ma…Lihat Ma, begitu indah kotanya,” Lanjut Jack, “Dan malaikat – malaikat menyanyi. Oh…Mama, aku sungguh berharap Mama juga dapat mendengar suara yang merdu itu.”

Dan itulah kata – kata terakhir dari Jack, dan air mata itu, juga air mata yang terakhir yang Jack keluarkan, karena di surga memang tidak ada lagi orang yang menangis, tetapi semuanya bersukacita, diiringi nyanyian merdu dari para malaikat. Inilah yang membedakan antara orang yang percaya Yesus. Dia tidak akan takut mengalami kematian, atau tidak akan larut dalam kesedihan bila ditinggal oleh orang – orang yang kita kasihi. Karena bagi kita, kematian merupakan awal dari sebuah kehidupan baru yang penuh sukacita dan tanpa air mata. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s