Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Faith

Ps. Dr. Richard M Daulay M.A.

rock“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

– Ibrani 11:1 –

 

Ibr 11:1-12. Di zama era serba teknologi dan modernisasi, iman mulai berkurang. Gereja yang besar, ibadah yang mewah, membuat orang-orang mulai undur mengikut Tuhan. Mereka mudah dipengaruhi oleh keberadaan lingkungan dimana mereka menggantungkan semuanya itu daripada berserah kepada Tuhan. Itulah yang disebut sebagai krisis iman. Dalam kitab Ibrani, kita melihat beberapa tokoh Alkitab yang menjadi saksi iman.

  • Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. (Ibr 11:4)
  • Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. (Ibr 11:5)
  • Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. (Ibr 11:7)
  • Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. (Ibr 11:8-9)
  • Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. (Ibr 11:11)

 

Menurut anda, apa yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita? Persembahan? Pelayanan? Atau yang lainnya. Tuhan menginginkan kita semua untuk memiliki iman yang benar di dalam kehidupan kita. Seperti dalam Roma 1:17, “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Luk 7:50, 18:42, Mat 21:21. Ketika anak-anak Tuhan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, mereka akan menjadi seperti hilir di dalam kehidupan mereka. Artinya kehidupan mereka akan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Di dalam Alkitab terdapat tiga macam iman

  1. Iman Iblis (Devil’s faith

Luk 4:34, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Iblis megetahui kuasa Tuhan yang bisa melakukan mujizat. Untuk membuat kita undur kepadaNya, Dia selalu mencobai kita, seperti dia mencobai Yesus di padang gurun.

Banyak orang memiliki iman sekarang ini. Tapi benarkah iman mereka sesuai dengan iman yang diinginkan Tuhan? Jika tidak, berarti iman itu adalah iman iblis, bukan yang diinginkan Tuhan.

  1. Iman Murid Sebelum Paskah (Pre-Easter Faith)

Iman seperti ini adalah iman yang mencari Tuhan ketika mereka membutuhkan. Kedudukan dan berkat menjadikan mereka untuk mengikut Tuhan. Ketika penyaliban Tuhan Yesus tiba, murid-muridNya melarikan diri dariNya. Bahkan di dalam Alkitab, diceritakan bahawa Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. (Mat 26:58-75)

  1. Iman Murid Sesudah Paskah (Post-Easter Faith)

Iman yang benar adalah iman Abraham, Habel, Nuh. Mereka adalah tokoh-tokoh iman yang memiliki kerinduan untuk menghidupi Firman. Mereka percaya kepada Tuhan meski mereka tidak melihat. Iman adalah gambaran ketaatan kita kepada Tuhan dengan berjalan menurut kehendakNya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Iman itu memungkinkan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dalam Bil 23:19, “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”

 

Roma 4:20-21, “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” Orang percaya bukan hidup dari hukum Taurat, peraturan gereja, ataupun karena perbuatan mereka. Tapi orang percaya hidup dari iman. Bagaimana menurut anda?

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (5 Juli 2015) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s