Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Siapa yang Lebih Pintar?

visualisasi“Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.” (Amsal 13 : 16)

Suatu hari, seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur di tempat yang tidak terlalu jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari – lari dan melompat – lompat di depan mereka.

Tukang cukur : “Itu Bruno, dia anak paling bodoh di dunia”

Pengusaha : “apa iya?”

Lalu tukang cukur memanggil si Bruno, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bruno memilih,

Tukang cukur : “Bruno, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!”

Bruno melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan secepat kilat tangannya bergerak mengambil uang yang Rp. 500. Dan si Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,

Tukang cukur : “Benar bukan yang saya katakan tadi, Bruno itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tidak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil.”

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bruno. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bruno.

Pengusaha : “Bruno, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tidak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?”

Bruno : (menjawab sambil tertawa) “Wah, kalau saya memilih uang lembaran Rp. 1.000, maka saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari. Justru karena saya memilih untuk mengambil yang Rp. 500, maka, tukang cukur itu jadi selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu, dia menganggap saya ini bodoh dan aneh, dan akan terus memamerkan kebodohan dan keanehan saya kepada para tamu langganannya. Tapi, kalau saya ambil yang Rp. 1000, maka itu khan berarti bahwa permainannya akan selesai…karena dia tidak akan pernah lagi mengetes saya dengan menawari uang seperti biasanya…hahahahaaa…”

Sobat Talenta, mungkin kita tersenyum membaca cerita di atas, tetapi bukankah seringkali banyak orang yang merasa dirinya jauh lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ingatlah selalu bahwa ukuran kepintaran seseorang hanya Tuhan mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain. Jadi, jangan pernah merasa diri kita sudah paling pintar, dan jangan pula menganggap orang lain kalah pintar dibandingkan kita, karena kecerdikan dan hikmat seringkali dapat mengalahkan kepandaian dan kepintaran. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s