Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Jangan Pernah Salah Sangka

forgive“Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya” (Amsal 14 : 10)

Seorang cucu yang tinggal di New York, dan hanya satu blok dari rumah Kakek dan Neneknya, bercerita : Suatu malam, ketika Kakek dan saya sedang jalan kaki bersama, saya bertanya :

Cucu : “Kakek, apa hal paling susah yang pernah terjadi dalam hidup Kakek?”

Kakek : “Ketika ibumu dan pamanmu masih kecil, nenek sakit parah. Dan untuk bisa sembuh, dia harus dirawat di satu tempat yang namanya sanatorium, untuk waktu yang lama sekali. Waktu itu tidak ada orang yang bisa merawat ibu dan pamanmu kalau Kakek sedang pergi kerja. Jadi hal yang paling sulit dalam hidup kakek adalah menaruh mereka di panti asuhan, sementara Kakek harus melakukan dua atau tiga pekerjaan untuk bisa mengumpulkan uang, agar Nenek bisa sembuh dan semua orang bisa berkumpul lagi di rumah. Setiap minggu Kakek mengunjungi mereka, tetapi para penjaga panti itu tidak pernah mengijinkan untuk mengobrol dengan mereka, atau memeluk mereka, dan hanya bisa memperhatikan mereka bermain dari balik sebuah cermin satu arah. Kakek selalu membawakan permen setiap minggu, dan Kakek tidak bisa memaksa penjaga panti itu, untuk mengijinkan Kakek memeluk mereka, itu akan memperburuk keadaan karena mereka akan menjadi lebih sulit tinggal di panti asuhan. Jadi Kakek menurut saja.”

Lima belas tahun berlalu, dan saya tidak pernah menceritakan apa yang saya dengar dari Kakek itu kepada siapapun. Setelah Nenek meninggal dunia, Kakek saya mengalami penurunan ingatan dan saya memohon kepada Ibu agar Kakek tinggal bersama kami, tetapi Ibu menolaknya.

Cucu : “Bu, bukankah ini kewajiban kita untuk memikirkan yang terbaik buat Kakek?”

Ibu : “Kenapa? Dia tidak pernah peduli pada apa yang terjadi terhadap kami, anak – anaknya!”

Cucu : Saya tahu apa yang Ibu maksud. “Dia selalu memperhatikan dan menyayangi kalian.”

Ibu : “Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan!”

Cucu : “Hal tersulit baginya adalah harus menaruh Ibu dan Paman di panti asuhan.”

Ibu : “Siapa yang cerita begitu padamu?”

Cucu : “Bu, Kakek selalu datang ke tempat itu setiap minggu untuk mengunjungi anak – anaknya. Kakek selalu memperhatikan kalian bermain dari belakang cermin satu arah itu. Kakek selalu membawakan permen setiap kali Kakek datang. Kakek tidak pernah absen setiap minggu. Kakek benci tidak bisa memeluk kalian selama satu tahun itu!”

Sobat talenta, ternyata sang Kakek selalu beranggapan anak – anaknya tahu ketika Kakek berdiri di balik cermin satu arah itu, tetapi karena mereka tidak pernah merasakan kehangatan dan kekuatan pelukannya, Kakek pikir mereka telah melupakan kunjungan – kunjungannya. Sementara, ibu dari sang cucu dan adik – adiknya beranggapan bahwa Kakek tidak pernah datang mengunjungi mereka. Baru, setelah cucunya menceritakan kebenaran itu kepada ibunya, akhirnya hubungan antara anak dan ayah itu mulai berubah. Ibu sang cucu mulai menyadari bahwa ayahnya ternyata selalu menyayanginya, dan akhirnya Kakek tinggal bersama anak dan cucu sampai akhir hidupnya. Ternyata rasa kepedihan di kisah tersebut disebabkan karena kurangnya komunikasi dan paradigma yang salah di antara anak dan orang tua, untungnya ada sang cucu yang pernah diberitahu tentang kejadian yang sebenarnya. Jadi, komunikasi dalam sebuah keluarga itu sangatlah penting, baik itu antara ayah dan anak, antara suami dan istri maupun antara sesama anggota keluarga. Karena kurangnya komunikasi, dapat mengakibatkan salah persepsi yang akhirnya membuat hubungan tidak harmonis. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s