Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Tuhan itu Adil dan Kasih

3d rendering of signs with "LIFE" and "DEATH" pointing in opposite directions“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3 : 16)

Zaman dahulu ada panglima pasukan di Rusia namanya Shamila. Karena pemerintahan kaisar waktu itu sangat otoriter maka dia bersama pasukannya lari ke padang gurun untuk melakukan konsolidasi melawan kaisar. Karena ada di padang gurun maka semua makanan harus dihemat supaya seluruh pasukan bisa bertahan hidup. Suatu ketika ada laporan bahwa sekarung beras telah hilang. Shamila marah, ia memberi peringatan kepada seluruh pasukannya “Siapa yang mencuri beras akan dihukum cambuk 50 kali” hari berikutnya ada sekarung beras lagi yang hilang. Shamila sangat marah kemudian dia memerintahkan pasukannya “Siapapun yang mencurinya, tidak peduli pria atau wanita, muda atau tua harus dihukum cambuk 50 kali.” Shamila kemudian memerintahkan pasukan untuk mencari pencurinya. Beberapa saat kemudian anak buahnya datang : “Panglima ada kabar baik, pencurinya sudah ketemu”.

Shamila menjawab : “Bagus”. Anak buahnya menjawab lagi : “Tetapi ada berita buruknya, Panglima”. Shamila menjawab lagi : “Apa itu?” Anak buahnya menjawab lagi : “Yang mencuri adalah ibu Panglima”. Shamila terdiam, dia bingung, ibunya sudah lanjut usia, kalau diberi hukuman, jangankan 50 kali cambukan, 2 kali cambukan saja ibunya pasti meninggal. Tapi kalau tidak dihukum, ia tidak adil. Akhirnya Shamila berkata : “Keputusan ditunda besok pagi” Semalaman ia berpikir keras bagaimana mengambil keputusan. Seluruh pasukan juga bingung, ada yang tidak tega kalau ibunya dihukum, ada yang bersikeras yang bersalah harus dihukum. Akhirnya pagi hari tiba. Seluruh anggota pasukan berkumpul. Semua mata menatap kepada Shamila menanti keputusan yang akan diambil. Shamila maju dan berkata : “Seperti yang sudah ditetapkan, yang mencuri beras harus dihukum cambuk 50 kali. Pasukan, bawa pencurinya ke depan”. Kemudian pencurinya yang juga ibunya dibawa ke depan. Shamila berkata “Segera laksanakan hukum cambuk 50 kali”. Sesaat sebelum algojo menjalankan cambukan yang pertama, Shamila berkata : “Stop”. Kemudian dia berkata kepada ibunya : “Ibu, aku menyayangi ibu, tapi keadilan harus ditegakkan. Harus ada hukuman untuk suatu pelanggaran.” Tiba – tiba ia memeluk ibunya dan berkata : “Ibu, aku menyayangi ibu, aku yang akan menggantikan ibu menerima hukuman ini. Ibu jangan mencuri lagi ya”. Kemudian dia membawa ibunya ke pinggir. Shamila berkata kepada algojo : “Algojo, cambuk aku 50 kali” Kemudian Shamila dihukum cambuk 50 kali. Demikianlah Shamila sebagai pemimpin mempunyai kasih dan sekaligus menjalankan keadilannya.

Sobat Talenta, itulah yang dilakukan Tuhan kepada manusia. Setiap manusia pasti akan mendapatkan hukuman karena dosanya. Tapi Tuhan tidak tega melihat seluruh manusia binasa, sehingga Tuhan mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa manusia. Manusia yang mau menerima penggantian hukuman ini menerima keselamatan. Tuhan sangat adil dan Tuhan tidak akan membiarkan dosa, tetapi Tuhan juga sangat mengasihi manusia. Karena itu, Tuhan Yesus, yang adalah Tuhan sendiri turun ke dunia ini untuk menggantikan kita semua dari hukuman maut. Jadi, mari menerima anugerah keselamatan yang dari Tuhan Yesus, karena tidak seorang pun dapat dibenarkan oleh perbuatan baiknya, kecuali orang itu dibenarkan di dalam Tuhan Yesus, dan mari jangan menyia – nyiakan pengorbanan dan kasih Tuhan Yesus dengan terus menerus berbuat dosa yang sama. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s