Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Melihat Apa yang Tak Terlihat

20131123_172111“Tetapi seperti ada tertulis : “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (I Korintus 2 : 9)

Alkisah pada suatu ketika, terbentuklah janin dua anak laki 18- laki kembar. Minggu – minggu berlalu dan kedua anak kembar itu terus bertumbuh. Ketika kesadaran mereka tumbuh, mereka tertawa gembira dan dikisahkan dua janin ini mulai berkomunikasi satu dengan yang lain, walaupun mungkin dengan cara dan bahasa mereka yang tidak dipahami oleh manusia.

Seorang diantara mereka berkata : “Bukankah luar biasa bahwa kita telah terbentuk? Bukankah luar biasa kita hidup?”

Bersama – sama mereka menjelajahi dunianya. Ketika mereka menemukan tali ibunya yang memberi mereka hidup, mereka bernyanyi ria. Namun kedua anak itu merasakan mereka berubah. “Apa artinya ini?” Tanya yang satu.

“Ini berarti keberadaan kita di dunia ini akan berakhir” Kata yang lain.

“Tetapi aku tak mau pergi,” kata yang satu. “Aku ingin terus berada di sini.”

“Kita tak ada pilihan”, kata yang lain.

“Tetapi barangkali ada kehidupan setelah kelahiran.”

Tetapi bagaimana mungkin?” Sanggah yang lain.

“Kita akan lepas dari tali kehidupan kita dan bagaimana mungkin hidup tanpa itu? Selain itu, orang lain sebelum kita tak ada yang kembali memberi tahu kita bahwa ada kehidupan setelah kelahiran. Tidak, ini adalah suatu akhir. Mungkin tak ada ibu sama sekali.”

“Tapi harus ada,” kata yang lain. “Bagaimana kita bisa ada di sini? Bagaimana kita bisa hidup?”

“Pernahkah kita melihat ibu kita?” Tanya yang satunya lagi. “Mungkin dia hanya ada di pikiran kita. Mungkin kita dibentuk oleh gagasan membuat kita kelihatannya baik.”

Maka hari – hari terakhir di dalam rahim itu dipenuhi berbagai pertanyaan dan kecemasan. Akhirnya, waktu kelahiran tiba. Ketika anak kembar itu keluar dari dunianya, mereka membuka mata dan berteriak dengan riang karena yang dilihatnya melebihi impian terindah mereka, dilihatnya wajah ibunya yang tersenyum penuh kasih.

Sobat Talenta, bukankah kisah di atas juga hampir sama dengan kita saat ini. Dalam dunia ini ada banyak pasukan malaikat yang menolong kita, yang tidak dapat dilihat oleh dunia (Ibrani 14 : 1), di mana kita memang tidak dapat melihat Tuhan ataupun para malaikat-Nya dengan mata jasmani kita. Namun mereka ada di berbagai tempat di dunia ini untuk menolong kita.

Iman adalah sarana untuk dapat “melihat” dunia yang tidak kelihatan itu. Inilah fungsi iman kita yang sebenarnya. Sama seperti bayi di dalam rahim ibunya, yang tidak dapat memahami bahwa ada sebuah tali yang akan selalau mensuplai makanan dan menjaga mereka untuk tetap hidup, demikian pula kita tidak akan pernah bisa memahami cara kerja Tuhan yang akan selalu mensuplai dan mencukupi kebutuhan kita dan akan selalu menjaga kehidupan kita. Sama pula halnya seperti bayi yang hanya sementara tinggal di dalam rahim ibunya, dan kelak lahir di dunia ini, maka demikian pula kita hanyalah sementara tinggal di dunia ini, dan kelak kehidupan kita yang sesungguhnya akan datang saat kita berada di surga. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s