Posted in Pengalaman

Dua tahun telah berlalu….

Tahun 2013

Gak kerasa sudah dua tahun aku di Tampa. Aku masih ingat banget ketika aku berangkat ke Tampa bersama mama dan meme ku, tepat tanggal 9 Mei 2013. Mereka mengantarkan aku dari Surabaya sampai ke Jakarta. Maklum, ini pertama kalinya aku naik pesawat, takut aku kesasar, he..he..he…

Singkat cerita, dari Jakarta ke Jepang, aku berangkat sendiri. Di Jakarta, tak sengaja aku bertemu dengan salah satu bule US. Ric Osterman namanya. Dia memiliki kerinduan untuk melayani anak-anak yang kehidupannya broken home dan putus asa dalam menjalani hidup ini. Dia menunjukan aku beberapa foto anak asuhnya. Sampai sekarang, aku masih kontak dengan beliau. Aku harap aku bisa bertemu dengannya lagi.

Banyak hal yang menarik ketika aku sampai di Narita, bandara di Jepang. Mulai dari salah shuttle, pulsa habis, dan bahasa Inggrisku yang masih terbata-bata. Di sanalah aku bertemu dengan Mr. Roy, salah satu agen yang membantuku untuk masuk di USF.

Perjalanan bersama kami dari Jepang ke Dallas, ternyata ada aja gangguannya. Aku sempat dianggap stranger dan di interview sejenak ketika masuk di US. Apa wajahku mencurigakan ya…? Singkat cerita, mereka mengizinkan aku untuk masuk US.

Perjalanan Dallas ke Tampa sudah sangat malam. Kami tiba Jumat (9 Mei 2013) waktu Tampa. Aku tinggal bersama Mr. Freddy & Ms. Linda. Dari situlah perjalanan hidupku mulai diukir di Tampa.

Tahun 2014

Satu tahun telah berlalu. Aku memberikan kesaksianku ketika Tuhan menyuruhku aku ke Tampa. Dari rencana untuk masuk sekolah Teologi di Surabaya malah studi lanjut di US. Proses yang aku alami dimulai dari keinginanku untuk mendapatkan “kebebasan” dan “kepercayaan” dari orang tuaku, mengingat aku sudah bertumbuh dewasa. Alhasil, Tuhan berikan itu semua lewat studi lanjut di US. Sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Proses pembentukan karakter dalam diriku mulai terasa setelah satu tahun berlalu. Banyak hal yang tak pelajari, ibarat aku sedang mengambil sekolah kehidupan. Bahkan kedatangan Valent, satu angkatan denganku yang turut mendapatkan beasiswa dan dikirim STIKOM ke US, mengajarkan banyak hal untuk aku bisa melihat sesuatu dari mata yang berbeda. Proses yang aku jalani, tidak mudah. Kadang aku jengkel, marah, dan membuatku aku putus asa. Tapi Tuhan memberikan setiap motivasi dalam hidupku dengan melihat kehidupan orang yang aku temui.

Tahun 2015

Sekarang sudah tahun aku tinggal di Tampa. Bertemu dengan orang yang jutek dan beberapa karakter lainnya, mengajarkan aku ‘tuk memahami orang lain. Tidak mudah memang. Tapi ada aja yang Tuhan berikan kepadaku. Sebuah tahun penentuan ‘tuk aku lebih baik lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s