Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Gambar Diri

takut“Oleh karena engkau berharga di mata – Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa – bangsa sebagai ganti nyawamu.” (Yesaya 43 : 4)

Ada kisah hidup seorang pria yang luar biasa bernama W. Mitcell. Suatu ketika ia mengalami kecelakaan motor, yang menyebabkan 65% tubuhnya terbakar. Setelah 16 kali operasi, wajahnya lebih mirip topeng yang ditambal dengan kulit beraneka warna. Selain itu kedua tangannya kehilangan banyak jari. Tetapi tekad yang kuat membuat ia bangkit dan meraih impiannya untuk menjadi pengusaha sukses. Mitchell membeli sebuah rumah bergaya Victoria di Colorado, sejumlah properti, dan sebuah pesawat terbang. Tahun berikutnya, ia mengalami kecelakaan, ketika pesawat yang dikemudikannya menabrak landasan pacu saat lepas landas. Tulang belakangnya patah, membuatnya lumpuh total secara permanen dari pinggang ke bawah. Kondisi fisik yang hancur tidak menyurutkan hidupnya. Ia malah menempa diri untuk menjadi orang yang jauh lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Ia terpilih sebagai Walikota Crested Buttle, Colorado selama dua periode, menjadi aktivis lingkungan, pembicara motivator, pemilik siaran TV, dan direksi dari beberapa perusahaan. Ia kemudian mencalonkan diri untuk duduk di Kongres Amerika, slogan kampanyenya ialah “bukan sekedar wajah bagus”. Iapun mulai belajar naik kano, ia jatuh cinta dan menikah, meraih gelar master bidang administrasi pemerintahan dan tetap menerbangkan pesawat. Sungguh luar biasa! Salah satu kebiasaan positif yang sangat dianjurkan Alkitab adalah kehidupan yang dipenuhi dengan ucapan syukur. Salah satunya adalah mensyukuri berkat ragawi (tubuh fisik) yang Tuhan anugerahkan apa adanya.

Di belahan dunia yang lain, ada kisah seorang gadis bernama Han Mi Ok, seorang selebritis Korea, yang merasa kurang puas dengan kecantikannya. Ketidakpuasan itu membawanya kepada niat untuk menjalani bedah plastik terhadap wajahnya agar kesempurnaan kecantikan dimilikinya. Kemudian ia menjalani ‘faux-fect face’ (bedah kosmetik untuk mempercantik wajah) meskipun pada dasarnya adalah proses mengelabuhi semata. Alih – alih cantik dan menarik, Mi Ok malah mengalami kerusakan wajah yang parah. Bahkan sesudah menjalani 15 kali operasi rekonstruksi, wajahnya justru tampak ‘mengerikan’ dalam pandangan orang lain. Bedah plastik yang diharapkannya menghasilkan wajah fantastik itu justru membawanya pada penyesalan seumur hidup. Demikianlah ketidakpuasan manusia sering menjadi sumber bencana bagi dirinya sendiri. Itulah sebabnya Alkitab mengajarkan pembacanya untuk bersyukur, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun. Kesempurnaan fisik bukanlah jaminan akan nilai diri seseorang. Di dalam Kristus, seperti apapun bentuk badan kita, apapun warna kulit kita, semuanya berharga di mata-Nya.

Sobat Talenta, dari 2 kisah diatas kita belajar suatu hal bahwa : untuk membangun citra diri yang positif, selalu dimulai dengan ucapan syukur dan bukan tergantung dari bentuk tubuh atau bentuk wajah kita. Ketampanan dan kecantikan fisik sama sekali tidak ada hubungannya dengan citra diri positif. Citra diri positif dibangun bukan berdasarkan kondisi fisik, melainkan oleh sikap mental dan cara pandang yang positif. Jadi, keberhargaan seseorang tidak tergantung pada penerimaan diri, bahwa kita semua adalah berharga dan mulia di hadapan Tuhan, sehingga Dia bahkan rela mengorbankan nyawaNya hanya untuk diri kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s