Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Arti Salib

Ps. Marlina T. Pattiasina

 

rockGal 3:1-5.

3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!

3:5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?

 

Dalam Gal 3:1, kata “mempesona” dalam bahasa Yunani berarti “mata yang jahat”. Sedangkan dalam bahasa Inggris “bewitch” yang berarti “menyihir”. Dalam surat tersebut, Paulus mengerti bahwa di Galatia, terdapat praktek sihir yang membuat orang-orang dikaburkan akan arti salib. Orang-orang di Galatia mengerti kuasa dan pewahyuan Kristus namun tidak mau menerimanya. Menurut anda, apa arti salib itu?

Salib bukanlah apa yang kita kenakan dalam diri kita, bukan pula hiasan yang ada di rumah kita, melainkan kita harus menghidupi salib itu. Dalam Kis 1:18, “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” Kekuatan salib dapat kita rasakan ketika kita memaknai arti salib dalam kehidupan kita. Untuk itu milikilah hati yang rindu dan setia dalam melayani Tuhan.

1 Kor 15:58. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Gereja harus menaruh Yesus sebagai kepala gereja. Dalam hal ini, gereja bukanlah gedung, melainkan hidup kita adalah tubuh gerejaNya. Namun seringkali kita bermain-main dengan kehidupan kita. Kita harus berubah dan menjadikan Kristus tinggal di dalam diri kita agar kita bertumbuh dan berbuah di dalamNya. Caranya bagaimana? Dengan mempelajari dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita.

1 Kor 1:17, “Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.” Kita tahu bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup. Kalau kita menghidupi Kristus dalam diri kita, kita akan memiliki kerinduan agar orang-orang di sekitar kita mendapatkan lawatan dari padaNya. Maukah anda melakukannya?

Sumber : Ringkasan kotbah Sabtu (18 April 2015) di Christian Retreat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s