Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kisah Tentang Jembatan

maxresdefault“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16 : 26)

Sobat Talenta, sekitar 3000 tahun yang lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka. Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil gadis yang dicintai. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis. Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu. Tapi suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan di atas cakrawala. Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana. Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Keluarga si pemuda bilang tidak, karena gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh. Tapi si pemuda bersikeras, ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala. Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat. Keluarganya tidak membantu. Kata mereka, tradisi menikahi tetangga sendiri lebih memberikan kekuatan pada komunitas mereka. Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan”. Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya. Namun si Pemuda tidak peduli. Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun. Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala. Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu. Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam. Badai itu memusnahkan seluruh rumah panggung kaum terapung. Namun jembatan bisikan itu tetap tegar!

Sesuatu yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu yang lama pula untuk memusnahkannya. Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit. Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dihancurkan.

Sobat Talenta, kita tahu bahwa dalam cerita di atas, terkandung kunci-kunci sukses yang abadi. Kunci- kunci itu tak terbantahkan. Ia telah berulang kali digunakan oleh semua orang sukses. Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun. Kunci-kunci itu telah menolong mereka. Dan kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses. Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu? Ada tiga yang utama?

1. Tujuan yang jelas
2. Berani merubah tradisi
3. Kesabaran atau ketekunan tiada akhir.

Jika kita memakai ketiga kunci ini dan ditambah dengan Hikmat yang dari Surga, wow…maka kita akan mendapatkan kesuksesan tidak hanya di Bumi yang sementara saja, melainkan juga kesuksesan di Surga yang kekal untuk selamanya. Jadi, jangan hanya ingin sesuatu yang serba cepat dan instan, karena tidak ada jalan pintas untuk meraih sebuah kesuksesan kecuali tujuan yang jelas, berani berubah dan terus bertekun hingga pada akhirnya. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s