Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Pujian atau Kritikan?

praise and criticism“Hendaklah kata–katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” (Kolose 4 : 6)

Suatu ketika ada kisah seorang penyanyi terkenal, seorang wanita yang memiliki suara yang bagus sekali. Wanita ini bersuamikan seorang yang pandai memainkan musik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, tangga nada dan hal-hal lain di bidang musik semacam itu, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika istrinya sedang bernyanyi. Kalau istrinya menyanyi, selalu saja ada komentar kritik seperti : “Bagian depan kurang tinggi” …lain kali sang suami berkata : “bagian ini kurang pelan” lain kali dia berkata : “Bagian akhir harusnya “kres”…naik sedikit, dsb… selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan saat istrinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya sang istri malas menyanyi. Karena apa yang selalu dia nyanyikan selalu saja ada yang salah, jadi dengan begitu selalu timbul pertengkaran.

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji istrinya kalau bernyanyi. Suatu ketika isterinya bertanya : “Sayang, bagaimana laguku?” Dan dia berkata kepada istrinya : “Ma…saya ini selalu ingin cepat pulang karena ingin mendengar engkau menyanyi, ma!!” Lain kali dia berkata, “Ma…kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli kali ma…karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja…Sebelum saya menikah denganmu…saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara-suara gergaji dll yang tidak mengenakan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi…lagumulah yang terngiang-ngiang…”

Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung merasa diterima dengan pujian yang diterimanya dan membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Saat mandi dia bernyanyi, ketika masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih, dan terus berlatih. Hingga akhirnya suaminya mendorong istrinya, untuk mulai merekam dan mengeluarkan album volume pertama dan ternyata respon masyarakat sangat baik. Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya seorang ahli musik, tetapi justru saat suaminya seorang tukang ledeng, yang terus memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.

Sobat Talenta, ternyata sedikit pujian memberikan penerimaan…sedikit pujian memberikan rasa diterima…memberikan doringan semangat dan dorongan untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi yang bisa diraihnya. Dan ternyata omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik yang tidak membangun tidak banyak merubah..Karena itu marilah kita saling memberikan sedikit pujian satu dengan yang lain. Baik kepada orang tua kita, saudara kita, anak-anak kita, kepada pasangan kita, kepada teman, kepada siapapun yang membutuhkan motivasi untuk tetap maju, bukan perkataan yang menjatuhkan. Karena sedikit pujian akan memberikan banyak kebaikan namun terlalu banyak kritikan akan memberikan sedikit kebaikan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s