Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Telur Besar atau Telur Kecil?

eggs“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.” (Amsal 14 : 30)
Alkisah pada zaman dahulu, ada seekor ayam bertanya kepada seekor bebek :

Ayam : “Bek, kenapa sih telormu selalu terjual lebih mahal dari pada punyaku?”

Bebek : “Ya, karena telorku lebih besar daripada telormu!”

Setelah mendengar jawaban bebek, ayam menjadi murung dan sedih, sampai-sampai dia tidak mau makan, sehingga membuat tubuhnya menjadi kurus dan lemah. Akhirnya bebek yang merasa kasihan melihat keadaan temannya itu, menghampiri ayam dan bertanya :

Bebek : “Yam…Kenapa mukamu selalu murung dan kelihatan sedih, sampai-sampai tubuhmu menjadi kurus seperti ini?”

Ayam : “Karena aku ingin mempunyai telor sebesar telormu agar bisa terjual dengan harga yang lebih mahal!”

Bebek : (menjawab dengan prihatin) “O…O…, jadi kamu iri hati pada telorku yang lebih besar dan lebih mahal daripada telormu?…ckckck…wahai ayam temanku, coba kamu bayangkan bagaimana kalau kamu juga menghasilkan telor-telor sebesar telorku, bukankah kamu akan merasa sangat kesakitan, karena tubuhmu tidak sebesar tubuhku. Dan tidak tahukah kamu kalau banyak sekali anak-anak yang lebih menyukai rasa telormu dari pada telorku, karena telormu biarpun kecil tapi sangat baik bagi kesehatan? Dan lihat, akibat kamu merasa iri hati dan bersedih, membuat hasil telor-telormu sekarang menjadi buruk!”

Mendengar penjelasan bebek yang baik hati itu, akhirnya ayam pun mulai mengerti dan berjanji dalam hatinya kalau dia tidak mau lagi iri hati hanya karena telornya yang lebih kecil dan lebih murah dari pada telor bebek, karena dengan iri hati hanya akan membuat hatinya menjadi sedih, membuat tubuhnya jadi tidak sehat, dan akibatnya hasil telornya pun menjadi lebih buruk.

Sobat Talenta, kadangkala, tanpa kita sadari, seringkali kita bersikap seperti ayam tadi, yang begitu mudahnya dikuasai iri hati karena membandingkan kemampuan kita dengan orang lain. Mungkin kita merasa kemampuan kita dalam bekerja tidak sehebat orang lain, mungkin kita merasa kemampuan kita dalam melayani pekerjaan Tuhan, tidak sebesar orang lain, dan mungkin kita juga merasa bahwa kemampuan kita dalam menghasilkan kekayaan tidak sesukses orang lain. Hal-hal ini terkadang membuat kita jadi iri hati dan merasa bahwa Tuhan tidak adil. Mari kita renungkan sejenak, bahwa Tuhan selalu menciptakan kita untuk sebuah alasan. Kita tidak diciptakan secara masal, karena kita bukan seperti barang-barang produksi yang diciptakan dan diproduksi dalam jumlah besar untuk tujuan yang sama. Ingatlah bahwa Tuhan menciptakan kita bukan seperti membuat robot yang semuanya sama, tapi setiap kita adalah unik dan mempunyai kelebihan masing-masing, setiap kita adalah berharga karena kita diciptakan Tuhan satu persatu dengan tanganNya sendiri, di Mazmur 139:13 dikatakan : “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.”

Jadi, jangan pernah berkecil hati ataupun iri hati, jangan lagi membandingkan kemampuan kita dengan orang lain, karena sama seperti telur bebek yang besar belum tentu disuka semua orang, begitu pula kemampuan yang besar belum tentu dapat memberkati semua orang, namun sekalipun kemampuan kita tampaknya “kecil” bila dilakukan dengan sungguh-sungguh itu akan menjadi berkat buat orang lain dan nama Tuhan akan dipermuliakan. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s