Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Belajar dari Kios di Taiwan

kiosk“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan” (Efesus 4 : 30)

Beberapa tahun yang lalu pernah muncul sebuah kisah menarik yang ditayangkan dalam berita televisi di Taiwan. Di pegunungan Alishan ada sebuah tempat yang bernama Rueili. Seutas jalan yang menghubungkan Chiay dan Alishan melewati daerah ini. Di pinggir jalan ada sebuah kios tempat penjualan sayur-sayuran segar, sayuran yang tumbuh dan mendapat pupuk organik ilmiah tanpa bahan-bahan kimia yang dewasa ini disinyalir oleh dunia medis sebagai unsur yang bisa mendatangkan kanker. Di samping menjual sayur manyur, kios itu juga menjual buah-buahan segar yang dijajar dengan rapi di dalam kios kecil itu. Anehnya, kios kecil itu terbuka selama 24 jam sehari dan tidak pernah tertutup. Dan yang lebih aneh lagi, tidak ada seorangpun karyawan ataupun penjaga kios yang duduk di sana untuk melayani para pembeli. Rupanya kios kecil itu menerapkan layanan self service (melayani diri sendiri). Daftar harga per kilogram dari masing-masing barang sudah tertulis dengan jelas. Sebuah alat timbang terletak di atas meja. Sebuah tong yang dibuat dari kayu juga diletakkan di salah satu sudut. Dalam tong kayu ini terdapat lembaran uang kertas serta uang logam yang dimasukkan oleh para pembeli. Rupanya tong kayu ini sebagai tempat untuk meletakkan uang dari para pembeli.

Di luar kios kecil tersebut tertulis dalam huruf Cina, “Kios Suara Hati”. Pemilik kios unik tersebut adalah seorang ibu tua, penduduk asli di daerah pegunungan Alisan. Ketika ditanya oleh wartawan TV, apakah dia tidak takut akan ada banyak orang yang berlaku curang atau mencuri dari kiosnya yang tidak di jaga itu, dia berkata : “Lewat kios kecil ini, saya ingin mendidik setiap orang untuk menghormati suara hati masing-masing. Di sini tak ada orang yang menjaga. Namun saya yakin, suara hati setiap orang akan meneguhkan atau mengadili bila ia berbuat sesuatu.” Dan ibu ini juga bercerita bahwa ketika menjadi Presiden, Lincoln berhadapan dengan begitu banyak kritik terutama ketika ia berhadapan dengan Civil War. Namun ia secara teguh berpegang pada prinsipnya dan berkata, “Saya akan bertahan hingga akhir. Aku tahu pada saat saya meletakkan jabatanku, aku akan kehilangan banyak sahabat, namun aku yakin aku sekurang-kurangnya masih memiliki seorang sahabat, yakni dia yang ada di dalam batinku.” Ia berpegang pada tuntunan suara hatinya. Suara hati adalah suara yang diberikan Tuhan dalam hati setiap insan. Ia akan meneguhkan atau mengadili setiap tindakan orang.

Sobat Talenta, walaupun ibu pemilik kios di Taiwan ini bukan orang percaya, tetapi dia mengajarkan suatu hal bagi kita yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus, bahwa semua orang yang ada di dunia ini mempunyai hati nurani. Sesungguhnya setiap orang tahu mana perbuatan yang baik dan tahu mana perbuatan yang buruk. Hanya saja yang membedakan masing-masing orang adalah: ada orang yang mengacaukan suara hatinya demi memuaskan keinginan dan hawa nafsunya, dan ada sebagian lagi orang yang mau menaklukkan keinginan dan hawa nafsunya demi sebuah kehidupan dan sebuah hati nurani yang benar. Roh Kudus datang di dunia ini adalah untuk membantu dan menuntun kita para orang percaya, dan Roh Kudus juga datang untuk menginsafkan dunia ini agar setiap orang dapat mengenal Tuhan Yesus satu-satunya jalan dan kebenaran dan hidup. Satu hal yang perlu kita ingat: seringkali Roh Kudus juga berbicara dan berbisik lembut dalam hati nurani kita. Jadi, menjadi orang benar yang sesungguhnya bukan ketika kita berada di tengah-tengah orang banyak dan sedang dilihat oleh orang lain, namun menjadi orang benar yang sesungguhnya adalah ketika kita sedang sendirian dan hanya ditemani oleh hati nurani kita. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s