Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Mencari Dalih

berdalih“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.” (Amsal 28 : 13)

Suatu ketika seorang ibu berbicara dengan suaminya di teras rumah, ibu ini merasa terganggu dengan kepulan asap rokok dari suaminya, lalu ia pun berusaha menyadarkan suaminya tentang bahaya dari merokok.

Ibu : “Bapak! Sudah diberitahu berkali-kali masih juga merokok. Rokok itu kan hanya menghambur-hamburkan uang saja! Bapak lihat juga di bungkus rokok itu, ada gambarnya tentang bahaya merokok buat kesehatan!”

Ayah : “Iya…saya tahu…”

Ibu : “Apa Bapak setuju dengan adanya banyak pabrik rokok di negara ini yang hanya membuat bangsa kita berpenyakitan?”

Ayah : “Sebenarnya saya tidak setuju dengan adanya pabrik rokok di negara kita ini!”

Ibu : “Trus, kenapa bapak masih suka merokok?”

Ayah : “Sebenarnya, bapak ingin sekali membakar pabrik rokok itu. Tetapi… Apa daya itu melanggar hukum, karena itu saya bakar rokonya satu-satu?”

Ibu : @#$%!*&^+

Sobat Talenta, mungkin kita tersenyum membaca cerita ini, tetapi bukankah seringkali kita cenderung mencari dalih, mencari pembenaran atas kesalahan ataupun dosa yang telah kita perbuat, sehingga kita tidak akan pernah bertobat dan berubah. Yang dibutuhkan untuk pertobatan bukanlah berbagai macam dalih atau alasan untuk membenarkan kesalahan yang telah kita lakukan, namun pertobatan yang sejati membutuhkan kesadaran penuh bahwa dosa yang kita lakukan telah membuat kita bersalah di hadapan Tuhan, sehingga dengan kesadaran penuh pula, kita dapat meminta darah Yesus yang kudus untuk menghapus seluruh dosa kita. Selama kita merasa diri kita benar, maka kita tidak membutuhkan pengampunan Tuhan, namun bila kita merasa diri kita penuh dengan dosa, di saat itulah kita benar-benar membutuhkan pengampunan Tuhan. Karena itu, daripada mencari berbagai macam dalih dan alasan untuk membenarkan dosa yang kita perbuat, adalah jauh lebih baik bila kita mengakuinya dan memohon pengampunan Tuhan. Karena siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkanya akan disayangi. (Amsal 28 : 13). Dunia mengajarkan kepada kita, bahwa akan lebih aman bila kita menyembunyikan dosa kita dan tidak perlu mengakuinya sebab hal itu hanya akan mengungkapkan aib kita. Namun, Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa orang yang tidak mengakui dosanya justru tidak akan beruntung, sebab kita akan terus dibuat tertuduh dan terintimidasi sepanjang hidup kita.

Jika kita menginginkan damai sejahtera yang sejati, mari akui dosa kita di hadapan Tuhan Yesus dan minta pengampunanNya. Tuhan Yesus sanggup memulihkan dan menghapuskan dosa kita, karena Dia telah menanggung dosa kita di atas kayu salib.

Jadi, jangan lagi mencari dalih dan menyamarkan dosa atau kesalahan yang sudah perbuat, karena apa yang salah tetaplah salah sekalipun banyak orang yang melakukannya dan apa yang benar tetaplah benar sekalipun sedikit orang yang melakukannya. Bagaimana menurut anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s