Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Menghadapi Orang yang Menyebalkan

resentful“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Roma 12 : 21)

Bukankah dalam hidup ini seringkali kita diperhadapkan dengan orang-orang yang menyebalkan, mereka bisa berada di lingkungan tempat kita bekerja, dalam masyarakat, dalam lingkungan keluarga atau bahkan juga di dalam lingkungan pelayanan maupun gereja.

Menurut Kirschner & Brinkman, penulis buku “Dealing with people you can’t stand”, ada beberapa pilihan dalam menghadapi orang yang menyebalkan, yaitu :

1. Kita anggap mereka angin lalu, tidak usah berbuat apa – apa, tapi ternyata seringkali justru kitanya yang dibuat stress karena orang-orang menyebalkan tidak akan tinggal diam.

2. Menghindar sejauh mungkin, jangan berkonfrontasi, dengan menghindar kita tidak mengijinkan diri kita menjadi korban, baik korban provokasi orang yang menyebalkan maupun korban emosi kita yang tidak terkendali. Tapi metode ini belum tentu efektif karena kita seringkali tidak bisa menghindar terus menerus.

3. Daripada susah mengubah orang yang menyebalkan, lebih baik kita yang berusaha mengubah sikap kita, berusaha melihat mereka dari sudut pandang yang lain, berusaha memahami mereka, dan kita yang harus bersikap lebih dewasa daripada mereka.

Dalam menghadapi mereka, Firman Tuhan mengingatkan kita agar kita lambat berkata-kata dan lambat untuk marah, kita harus bisa menguasai diri kita. Logika dunia mengatakan bahwa “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.”

Sobat Talenta, bukankah ini hal yang susah bukan? Karena ini berarti kita harus menaklukkan dan mengalahkan kedagingan ataupun ego kita. Tapi itu perintah Tuhan, oleh karena itu kita perlu kuasa Roh Kudus yang bisa menolong dan memampukan kita untuk melakukannya. Memang sangatlah mudah untuk mengasihi orang-orang yang baik atau menyenangkan, tetapi butuh suatu kedewasaan rohani dan penguasaan diri untuk mengasihi orang-orang yang bersikap buruk dan menyebalkan. Terkadang Tuhan mengirimkan mereka (orang-orang yang bersikap buruk dan menyebalkan itu) untuk mendewasakan kita. Bisa saja orang-orang yang menyebalkan itu justru adalah orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti pasangan hidup kita, orang tua atau mertua kita, sanak saudara, atau bahkan anak-anak kita. Yang menjadi persoalan adalah, seringkali kita lebih cenderung berfokus untuk mengubah orang lain supaya menjadi lebih baik, tetapi akhirnya kita lelah dan kecewa sendiri, karena mungkin tidak ada hasil seperti yang kita harapkan. Padahal kita tidak punya andil untuk mengubah orang lain. Hanya Tuhan yang sanggup. Yang dapat kita lakukan hanya berdoa dan menunjukkan kasih kepada orang tersebut. Selebihnya Tuhan yang akan bertindak untuk mengubahkan orang tersebut.

Jadi, daripada kita bersusah payah dan terus berusaha untuk mengubah orang lain, lebih baik kita berusaha untuk mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu, sehingga kita menjadi semakin dewasa dan mempunyai pemahaman yang lebih bijaksana terhadap orang lain. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s