Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Saya Ada Buat Anda

friends“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17 : 17)

Sobat Talenta, mungkin kita pernah membaca atau mendengar tagline iklan dari salah satu brand asuransi terkenal di Indonesia, “Always Listening, Always Understanding” atau disebut terjemahan Indonesianya berarti “Selalu Mendengarkan, Selalu Memahami.” Meskipun kalimat ini murni untuk kepentingan pemasaran, namun nilai yang terkandung di dalamnnya sungguh-sungguh menyentuh siapa pun juga. Kebutuhan akan perhatian memang merupakan kebutuhan instingtif dari semua manusia. Dalam beberapa bulan terakhir menjadi peningkatan angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia, demikian menurut catatan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). Sejumlah penelitian membuktikan bahwa mayoritas kasus bunuh diri terjadi akibat ketiadaan orang terdekat saat yang bersangkutan tengah dilanda masalah berat. Kesepian menjadi isu utama dalam banyak kejadian bunuh diri. Ketika berada dalam fase tertekan, seseorang tidak bisa diharapkan untuk bercerita (sharing) tentang apa masalah yang tengah dihadapinya. Orang terdekatlah yang seharusnya mengungkap sinyal ketika sahabatnya mulai menunjukkan perilaku yang ganjil. Biasanya ada hal berat yang sedang disembunyikan.

Dalam kitab 1 Raja-Raja, Elia pernah merasa sangat frustasi. Dia kesepian, sampai memilih lebih baik mati saja (I Raj 19:4). Elia tidak kuat menghadapi realita kehidupan sebagai nabi Allah. Ia merasa beban pelayanan yang ditanggungnya sangat berat. Balasan yang ia terima tidak sebanding dengan pelayanan yang ia lakukan (1 Raj 17 dan 1 Raj 18). Elia merasa tidak dihargai, bahkan terancam mati (1 Raj 19:2). Tetapi dalam keputusasaannya itu, malaikat Tuhan datang menghibur dirinya. Setidaknya dua kali Elia dikunjungi malaikat Tuhan (1 Raj 19:5, 1 Raj 19:7). Setelah mendapat penguatan dari malaikat Tuhan, Elia bangkit dari keterpurukannya. Ia bangun, lalu makan dan minum. Oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb (1 Raj 19 :8). Demikianlah hebatnya kekuatan sebuah penghiburan! Anak Tuhan seharusnya menjadi sebuah kekuatan penghiburan bagi dunia ini.

Dunia ini berikut orang-orang yang ada di dalamnya sedang diliputi oleh kesedihan, keletihan dan kekhawatiran. Setiap dari kita, yang terlebih dulu telah mendapat penghibiran dan kekuatan dari Tuhan Yesus, hendaknya dapat menjadi pribadi yang dapat memberikan penghiburan dan kekuatan serta selalu ada bagi sahabat ataupun teman kita yang membutuhkan. Firman Tuhan dalam Ibr 10:24 memberi nasihat, “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Frasa “saling mendorong” bersifat dua arah. Ada waktunya kita yang menghibur saudara yang sedang lemah. Namun percayalah, suatu hari perhatian itu akan kembali ke kita, di saat kita yang gantian tengah dirundung masalah. Istilah “curhat” (curahan hati) sebenarnya bukan sesuatu yang berlebihan. Sebuah penelitian psikologi menunjukkan bahwa sebuah masalah terdiri dari 30% komponen emosi dan 70% komponen inti. Ketika seseorang curhat kepada sahabatnya, 30% masalah sebenarnya telah selesai. Ketika komponen emosi telah teratasi, kini tinggal fokus menyelesaikan inti permasalahan.

Jadi, mari belajar untuk saling memberi perhatian. Karena, salah satu tujuan hidup manusia yang terpenting adalah untuk saling melayani, saling menunjukkan kasih sayang, dan saling menolong diantara sesama. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s