Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Belajar Arti Profesionalisme Dari Ahli Kunci

Master Key“Dan segala sesuatu kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”
(Kolose 3 : 17)

Ada seorang ahli kunci yang sangat termasyhur bermaksud mewariskan satu ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian. Ia memiliki dua orang murid yang sama-sama pandai. Hanya saja, ilmu tertinggi itu harus diwariskan hanya kepada satu orang yang benar-benar memenuhi kriteria. Untuk menentukan pewaris ilmunya, si ahli kunci menggelar sebuah ujian. Maka disiapkanlah dua buah peti yang tergembok rapat, di dalamnya diisi dengan satu bungkusan berisi barang berharga, lalu ditempatkan di dalam dua kamar yang bersebelahan.

Ahli kunci : “Tugas kalian adalah membuka gembok peti-peti di dalam kamar itu.”

Tidak lama kemudian, murid pertama keluar dari kamar lebih dulu dan tampak berhasil menyelesaikan tugasnya.

Ahli kunci : “Bagus…tampaknya kau berhasil mengerjakan tugasmu. Apa isi peti itu?”

Murid ke 1 : “Di dalam peti itu terdapat sebuah bungkusan. Dan di dalam bungkusan itu ada sebuah permata yang berkilauan…indah sekali! Andaikan saya bisa memiliki permata itu…”

Mendengar jawaban dari murid pertamanya, maka si ahli kunci hanya tersenyum dengan bijak. Ia segera menoleh ke murid kedua yang baru saja keluar dari kamar dan bertanya hal yang sama.

Ahli kunci : “Bagus…tampaknya kau juga berhasil mengerjakan tugasmu. Apa isi peti itu?”

Murid ke 2 : “Saya hanya membuka gembok peti itu, lalu keluar. Saya tidak membuka petinya apalagi melihat isinya.”

Ahli kunci : “Baiklah, berdasarkan hasil ujian tadi, maka murid kedua, kaulah pemenangnya. Engkaulah yang akan mewarisi ilmu tertinggi dalam dunia perkuncian yang aku miliki,”

Murid ke 1 : (berteriak dengan kaget dan kecewa) “Guru…!” Bukankah saya yang berhasil membuka gembok lebih cepat? Mengapa bukan saya yang dipilih sebagai pewaris ilmu itu?”

Ahli kunci : (tersenyum dan menjawab dengan bijak) “Murid-muridku, dengar! Profesi kita adalah tukang kunci dan membuka gembok adalah tugas kita. Kita harus membantu orang membuka gembok yang kuncinya hilang atau rusak. Jika gembok sudah dibuka, tugas kita selesai. Kalau kita juga ingin melihat isinya, itu berarti melanggar kode etik profesi kita sebagai ahli kunci.” Dan tidak peduli apa pun pekerjaan kita, moral dan etika profesional harus dijunjung tinggi. Tanpa moral dan etika, maka seorang ahli kunci bisa dengan mudah beralih profesi menjadi seorang pencuri. Kalian mengerti?”

Sobat Talenta, dari kisah diatas ada sebuah pelajaran kehidupan bahwa, sebagai seorang profesional di bidang apa pun, kita harus mampu melakukan tugas dan pekerjaan sesuai dengan lingkup profesionalisme kita. Jika kita tidak mengerti fungsi dan tanggung jawab sebagai profesional dengan benar, apalagi tidak memiliki etika dan moral, kita akan mudah terperosok kepada kesalahan-kesalahan profesi. Ada begitu banyak contoh, betapa orang-orang yang pandai, cerdas, berbakat, bersemangat, dan berprestasi, akhirnya jatuh gara-gara mereka tidak memperhatikan masalah etika dan moral. Ini sungguh menyedihkan. Betapa karir dan keberhasilan yang dirintis sekian lama, akhirnya rontok hanya oleh ketidakwaspadaan dan kurangnya pengendalian diri. Jadi, mari bersikap profesional sesuai dengan ruang lingkup tugas dan tanggung jawab kita, karena menjadi ahli saja tidaklah cukup bila tidak disertai dengan karakter yang benar. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s