Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Maukah Hadiah Nasihat

advice“Dengan nasihatMu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan”
(Mazmur 73 : 24)

Apa hadiah paling umum yang orang suka berikan? Hadiah itu adalah “NASIHAT”. Kita suka memberi nasihat dengan cuma – cuma, bahkan ketika tidak diminta. Kalau tidak percaya, cobalah pada saat sedang bersama sekelompok teman, beritahu mereka tentang ide kita untuk melakukan sebuah bisnis baru, dan perhatikan apa yang terjadi. Jika ada enam orang dalam kelompok itu, kita mungkin mendapat enam pendapat berbeda, lengkap dengan rekomendasi dan nasihat pribadi. Tak diragukan lagi, semua “nasihat” itu adalah hadiah yang diberikan kepada kita dengan niat baik. Bagaimana mungkin kita bisa menolak secuil “kebijaksanaan” tersebut? Maka, kita berlaku sopan dengan mendengarkan, berpura-pura tertarik dengan pandangan, umpan balik, atau kritik “positif” mereka. Meskipun demikian, berhati-hatilah. Pada titik tertentu dalam pembicaraan itu, sebagian pendapat yang tidak bermutu mulai terasa masuk akal, dan kita mulai bingung dan meragukan kemampuan sendiri.

Setengah jam kemudian, teman, kenalan atau orang asing yang bersama kita sudah pergi, tapi seketika rencana-rencana sukses kita telah berantakan di depan mata. Setengah jam sebelumnya, kita begitu yakin tentang potensi kita, tetapi sekarang kita tidak bisa melupakan prediksi pesimitis dan pengharapan rendah dari teman-teman itu.

Semakin kita ingin mengabaikannya, semakin terasa nyata jadinya. Dalam bukunya “Once Upon A Cow”, Dr. Camilo Cruz mengatakan, Sekarang, ada enam sapi baru yang menggerogoti rumput di bagian utama pikiran kita, dari yang sebelumnya tidak ada. Jadi bagaimana? Begini…Saat itu, saya sedang berbicara dengan seseorang tentang proyek baru yang akan saya mulai, ketika tiba-tiba ia menginterupsi saya dan berkata, “Camilo, izinkan saya memberikan beberapa nasihat gratis…” Saya berkata, “Tunggu! Sebelum anda mengatakan apa pun kepada saya, izinkan saya menanyakan beberapa hal” Ia terkejut dengan reaksi cepat saya, tetapi berkata, “Oke, tanyakanlah…” Saya pun melajutkan, “Apakah anda pernah punya pengalaman di bidang ini? Jika ya, apakah itu pengalaman yang berhasil? Apakah anda merasa layak memberikan nasihat dalam masalah ini? Bagaimanapun, apa yang akan anda katakan mungkin mempengaruhi visi dan pengharapan saya dalam proyek yang sangat penting bagi saya ini. Jadi apakah anda betul-betul yakin dengan hadiah berharga yang akan anda berikan kepada saya?”

Ia memikirkan sejenak, kemudian berkata, “Lupakan saja.” Anda mungkin berpikir saya berlaku kasar dengan tidak membiarkannya menyatakan pendapat. Saya bisa saja mendengarkan dengan sopan, kemudian mengabaikannya. Namun saya tidak mau mengambil resiko membuka pikiran saya terhadap pendapat dan pengharapan negatif orang lain. Sekali suatu ide tertanam dalam pikiran kita, kita menjadi pelayannya. Jika ide itu keliru, dan kita mengizinkannya masuk serta bertumbuh dalam pikiran kita, ide itu akan mengubah pandangan, keyakinan, serta ekspektasi kita tentang kemampuan kita sendiri. Ide yang keliru itu bahkan bisa menghancurkan kehidupan kita. Kita perlu mengerti bahwa banyak “pikiran negatif”, yang membuat kita terikat pada kehidupan seadanya, sebenarnya bila ditelusuri adalah akibat pemberian dari orang lain.

Sobat Talenta, seringkali kita menjadi korban pengaruh negatif orang lain dengan mengizinkan mereka menanamkan keyakinan keliru dalam bawah sadar kita, yang akhirnya akan membatasi pertumbuhan fisik, emosi serta intelektual kita. Jadi, jangan biarkan ide-ide keliru dari siapapun, mencemari dan meracuni harapan sukses kita, karena Tuhan selalu mengharapkan kita untuk menjadi yang terbaik dan yang terhebat. Bagaimana menurut anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s