Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Beban Sebuah Dosa

bridge“Setiap orang yang berbuat dosa melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa, Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang telah berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.”
(I Yohanes 3 : 4 -6)

Alkisah ada seorang pendeta berdiri di pinggir jalan di dekat sebuah halte bus.

Pendeta : (tak henti – hentinya berteriak) “Siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia akan diselamatkan.”

Ia juga meneriakkan agar semua manusia bertobat dan tidak berbuat dosa.

Anak Muda : “Bapak pendeta; Anda mengatakan bahwa semua manusia adalah orang-orang berdosa tanpa terkecuali. Membawa serta dosa dalam diri sendiri sama dengan memikul sebuah beban yang amat berat. Namun saya tak pernah merasakannya sedikitpun. Katakanlah padaku, berapa berat sebuah dosa itu ? Lima kilo? Sepuluh kilo? Atau seratus kilo?”

Pendeta : “Bila kita meletakkan 500 kilo beban ke atas mayat, apakah mayat tersebut akan merasa bahwa beban yang dipikulnya itu berat?”

Anak Muda : “Tentu saja tidak!! Ia pasti tidak merasa berat karena ia telah mati.”

Pendeta : (sambil tersenyum) “Aku kagum dengan engkau, Anak Muda! Hal yang sama terjadi pada kita. Kita tentu tidak akan merasa bahwa beban dosa yang kita pikul itu berat, jika manusia rohani kita mengalami kematian. Karena pada saat kita berada dalam dosa, saat itulah kita sebetulnya telah mati.”

Sobat Talenta, bila kita masih mampu merasa sakit berhadapan dengan dosa-dosa yang kita perbuat, maka bersyukurlah karena itu tandanya manusia rohani kita belumlah mati.

Bila kita masih merasakan beban yang berat akibat penyesalan ataupun akibat rasa bersalah yang menindih kita ketika berbuat dosa, maka bersyukurlah, karena itu tandanya manusia rohani kita masih hidup. Bila kita masih bisa menyesal dan merasa diri tidak layak karena dosa atau kesalahan yang baru saja kita lakukan, maka bersyukurlah karena Roh Kudus masih bekerja dalam diri kita untuk mengingatkan dan menginsafkan kita agar tidak berbuat dosa lagi.

Yang terpenting adalah : Jangan sampai kita terus terlarut dan tenggelam dalam rasa bersalah dan tertindih dengan beratnya beban dosa yang sudah kita perbuat. Mari segera datang ke hadirat Tuhan Yesus, karena DarahNya akan menyucikan kita, dan Kuasa PengampunanNya akan mengangkat semua beban dosa yang kita lakukan. Ingatlah selalu bahwa di atas kayu salib, Tuhan Yesus sudah menyelesaikan dan menanggung semua beban dosa kita yang begitu berat. Jadi, mari bersikap selalu waspada dan memeriksa kehidupan manusia rohani kita, apakah masih tetap “hidup” dan “sehat”…karena bila suatu saat kita tidak lagi merasa bersalah sedikitpun saat berbuat dosa, maka saat itu sebetulnya manusia rohani kita telah mati. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s