Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Jangan Puas Hanya Di Pelatarannya

good“Aku tahu segala pekerjaanmu : engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”
(Wahyu 3 : 15 – 16)

Musuh dari Hebat adalah Bagus! (The enemy of GREAT is GOOD) Pernyataan sederhana ini mengandung kebijaksanaan yang luar biasa. Selama kita merasa puas dengan yang bagus, kita tidak akan pernah menjadi yang hebat. Penulis Inggris, Somerset Maugham, pernah berkata, “Yang menarik dari kehidupan adalah jika anda menginginkan hanya yang terbaik, biasanya anda akan mendapatkannya.”

Sebaliknya juga benar. Jika kita menginginkan kehidupan yang biasa-biasa atau seadanya, kita juga akan mencapainya. Sejumlah orang menjalani kehidupan tanpa menyadari adanya “alasan” yang membebani mereka. Beberapa orang lain menyadarinya, tapi terus memelihara “alasan” itu. Mengapa? Karena “alasan” tersebut memberikan zona nyaman, dimana pencapaian seadanya bisa diterima umum. Mereka dengan rela memelihara berbagai “alasan” tersebut karena hal itu memungkinkan mereka menyerahkan tanggung jawab atas kesuksesan mereka kepada orang lain, sekaligus menimpakan kesalahan atas kegagalan mereka pada orang lain.

Tetapi, jika kita tiba-tiba tidak memiliki alasan apa pun untuk membenarkan pencapaian kita yang seadanya, hanya tersisa dua pilihan sederhana :

1. Menerima 100% tanggung jawab atas situasi di sekitar kita dan mulai melakukan perubahan (kesuksesan!)

2. Menerima bahwa kita tidak mampu mengendalikan kehidupan dan menyerah pasrah (kegagalan!) Jika dihadapkan pada dua pilihan ini, berubah atau menyerah, tampaknya cukup jelas mana yang seharusnya kita pilih. Tetapi sayangnya, “alasan” menyediakan pilihan ketiga. Sebuah pilihan yang akibatnya lebih parah daripada kegagalan itu sendiri, yaitu : Pencapaian Seadanya.

“Alasan” seakan mengubah kita dari orang yang punya niat baik (untuk berubah), tetapi “terpaksa” menjadi korban nasib yang kejam. Kita sebetulnya ingin menjadi hebat, tetapi tidak bisa. Kita ingin mencapai sasaran yang bagus, tetapi tidak mampu melakukannya. Alasannya mungkin adalah : Kita tidak memiliki kesempatan, tidak punya gen, keturunan atau bakat sukses, tidak punya nasib baik…dan seribu satu alasan lain… Yang membuat kita “harus” puas dengan apa adanya yang bisa kita dapatkan. Pilihan ketiga itu…Pencapaian Seadanya (Biasa-Biasa Saja)… Bahkan lebih buruk daripada kegagalan total. Karena, bila kita jatuh ke dasar, paling tidak akan memaksa kita untuk melihat kembali keadaan kita, dan mempertimbangkan pilihan-pilihan lain untuk kembali bangkit dan naik ke atas.

Sobat Talenta, kita tahu bahwa : Penderitaan, kegagalan total, atau kehancuran mutlak menciptakan situasi Lakukan ATAU Mati, yang akan memaksa kita bertindak. Namun tidak begitu dengan pencapaian seadanya. Bahaya terbesar dari pencapaian seadanya adalah bahwa Hal itu Bisa Ditoleransi! Kita bisa “nyaman” hidup di tengahnya dan terbiasa dengannya.

Jadi, jangan pernah mau menerima pencapaian seadanya, apalagi, jika kita mencari wajah Tuhan, jangan cuma puas masuk di PelataranNya saja, tapi teruslah memujiNya dan menyembahNya dan masuklah ke Ruang Maha KudusNya, karena disanalah kita akan menemukan Tuhan dan mengalami Perjumpaan secara Pribadi lepas pribadi. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s