Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kesabaran

patience“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu : dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran”
(II Korintus 6 : 4)

Dalam kehidupan ini suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa hidup merupakan periode menunggu. Seorang anak harus menunggu sampai cukup umur untuk memiliki KTP. Seorang yang sedang sekolah atau kuliah harus menunggu sampai ia berhasil menyelesaikan studinya dan mencapai gelar. Seorang karyawan harus menunggu dengan sabar sampai ia dipromosikan dan mendapat kenaikan gaji. Seorang ibu harus menunggu selama sembilan bulan untuk melahirkan bayinya dan sebagainya.

Dan di Alkitab kita akan temukan beberapa Tokoh sebagai berikut :

Ingat Cerita Yakub, bukan? Pemuda yang rela bekerja selama 7 tahun di rumah Laban hanya untuk mendapatkan Rahel. Tetapi karena Laban berbuat curang, dengan memberi Lea kepada Yakub dan bukan Rahel, maka Yakub pun harus bekerja selama 7 tahun lagi untuk Laban. Kita tahu bahwa waktu 14 tahun bukanlah waktu yang singkat tetapi karena kesabarannya, akhirnya Yakub mendapatkan apa yang ia inginkan.

Yusuf pun akhirnya menjadi orang nomor dua di Mesir berkat kesabarannya. Banyak penderitaan yang harus ia alami, mulai dari diperlakukan buruk oleh kakak – kakaknya, dilempar ke sumur, dijual sebagai budak, sampai dimasukkan dalam penjara karena menolak keinginan istri Potifar. Yusuf mengalami rentetan kesusahan yang begitu panjang seolah tidak akan pernah berakhir. Tetapi ketika sudah genap waktunya Tuhan, maka Ia pun mengangkat Yusuf sebagai penguasa atas seluruh tanah Mesir.

Sama halnya dengan Daud. Perjuangannya untuk menjadi raja Israel dipenuhi oleh rintangan yang berat. Saul selalu mengejarnya tanpa henti dan berusaha membunuhnya. Mungkin bila kita yang menjadi Daud, kita akan berkata “Tuhan, katakan saya akan diangkat menjadi raja, tapi kok malah hidup sebagai burona? Capek nih Tuhan!” Tapi Daud tidak begitu, Daud mengenal betul hati Tuhan.

Dan jika kita membaca Alkitab, kita akan menemukan, “Mengapa akhirnya mereka mendapatkan apa yang menjadi “bagian” mereka dari Tuhan? Itu semua karena mereka memiliki sikap yang benar.

Dalam hal ini, kesabaran bukan hanya berbicara tentang menunggu tetapi lebih berfokus pada sikap kita pada saat menantikan janji Tuhan. Apakah kita akan bersungut-sungut atau tetap bersukacita?

Sobat Talenta, bagaimanapun juga kita perlu meminta Roh Kudus memampukan kita untuk bersikap sabar. Bahkan Allah sendiri mau belajar bersikap sabar terhadap kelalaian, kelambanan dan kebodohan manusia. Bagaimana mungkin kita tidak mau belajar bersabar? Jadi jangan takut dan cemas, namun mari mempunyai kesabaran dan minta kepada Roh Kudus untuk selalu menolong kita. Karena kesabaran adalah pohon yang pahit tetapi pasti menghasilkan buah yang manis. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s