Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

The Purpose of Right Happening

Ps. Daniel J. Tanudjaja

rockRut 2:1-5. Dalam kisah ini, Ruth mengalami “Right Happening” dalam hidupnya. Usai suaminya meninggal, ia mengikuti mertuanya, Naomi, untuk kembali ke Betlehem. Rut bertemu dengan Boas tatkala dia bekerja di ladang Boas. Seringkali kita tidak percaya bahwa Tuhan mengatur langkah kehidupan kita. Padahal semuanya itu telah Tuhan atur untuk memberikan kita kehidupan yang lebih baik. Kadangkala kita semua menghadapi hidup yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Bagaimana sikap kita ketika kita mendapatkan berkat dari Tuhan? Kita dengan mudah untuk mengucap syukur, bukan? Namun, bagaimana jika masalah dan cobaan datang menghampiri kehidupan kita? Masih bisakah kita mengucap syukur atas kesempatan yang Tuhan b’ri? (1 Tes 5:18)

Orang yang mengalami “right happening’ akan berada pada waktu yang tepat, tempat yang tepat, dan/atau orang yang tepat. Dalam Mzm 16:5-6, “Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.” Rut berada di tempat yang tepat berada di ladang Boas. Pada waktu yang tepat, Boas dating untuk memantau keadaan para pekerjanya. Boas adalah orang yang tepat, ketika Rut bertemu dengannya. Dalam kisah ini, Israel memiliki budaya yang dinamakan penebus sanak. Untuk itulah Boas menjadi penebus dan penerus keturunan keluarga Rut. Dan di akhir cerita, Rut mengalami perubahan hidup yang radikal. Kisah Rut mengajarkan kita bahwa ada beberapa tujuan utama mengapa Tuhan membawa kita mengalami the Right Happening:

  1. Right Happening Menunjukkan Pentingnya Kairos Tuhan

Kronos adalah waktu yang kita alami pada saat ini, seperti waktu kita berada sekarang. Sedangkan Kairos adalah waktunya Tuhan. Kita harus sadar bahwa kita hidup di dunia natural (Kronos) dan hidup di dunia supernatural (Kairos). Kairos seumpama halnya seorang ibu yang sudah hamil tua yang sedang menunggu waktu kelahirannya. Tidak ada seorang pun dapat mengerti waktu Tuhan karenanya semuanya telah diatur-Nya. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus beriman dan positif. Kita harus mengucap syukur tatkala Tuhan masih memberikan kita hidup. Itu semua adalah kemurahanNya. Namun, apakah itu menjamin bahwa ketika kita mengucap syukur, kita akan menghadapi kehidupan yang menyenangkan? Tidak! Mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan membuat kita tetap kuat meskipun masalah datang menghampiri kita. Dalam Rut 2:4, menggambarkan pertemuan Rut dan Boas yang telah diatur oleh Tuhan. Bukti lain tentang Right Happening dapat dilihat di 2 Raja2 8:3-6, dimana Elia menghidupkan kembali anak seorang perempuan. Beberapa hal penting:yang harus kita pelajari adalah bahwa kita harus tetap percaya, tetap taat, dan tetap setia.

  1. Right Happening adalah Alat bagi Rencana Tuhan

Rut 4:17. Right happening adalah alat untuk membuat rencana Tuhan. Kita harus sadar bahwa apa yang Tuhan rencanakan dalam hidup kita itu lebih besar daripada rencana kita sendiri. Ini bukan tentang apa yang kita rencankan, tapi mengerti bahwa kita adalah bagian dari rencanaNya yang besar. Ketika sebuah Right Happening terjadi, itu berarti ada sesuatu yang besar didepan kita.

  1. Right Happening Menunjukkan Siapa Kita Sebenarnya.

Rut 2:11-12. Tuhan memberikan kita dua hal, kasih karunia (grace) and penghargaan (reward). Ketika kita mau mengikuti Tuhan, ada upah yang Tuhan telah sediakan bagi kita.

Rut 3:10. Right happening menunjukkan siapa kita sebenarnya. Apa yang kita tabur, itu yang nanti akan kita tuai. Ada beberapa hal yang harus kita jaga, yakni jangan iri waktu orang lain diberkati (Roma 12:15), tetaplah berbuat baik (Gal 6:9), dan bersyukurlah atas segala sesuatu (Ef 5:20)

  1. Right Happening Akan Memberkati Orang Lain

Rut 1:20-21, 4:14-15, “Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.”” Tuhan ingin merubah kehidupan kita agar kita bisa memberkati orang lain.

  1. Right Happening adalah untuk Memuliakan Tuhan

Rut 4:14, “Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Kemuliaan Tuhan dinyatakan ketika Right Happening terjadi dalam kehidupan kita. Tidak ada sesuatu yang kebetuan bagi Tuhan. Tinggal bagaimana kita memberikan respon kepadanya.

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (14 Desember 2014) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s