Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Jangan Pernah Simpan Keselamatan Untuk Dirimu

mainan“Lalu Ia berkata kepada mereka : “pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”
(Markus 16 : 15)

Ada seorang anak yang memiliki box mainan, di dalam box itu terdapat berbagai macam mainan pemberian ayahnya. Sang anak sangat menyukai mainan pemberian ayahnya itu, tetapi jarang memainkannya bersama teman-temannya. Ayahnya adalah seorang pembuat mainan anak-anak dan ia memberikan mainan kepada anaknya secara cuma-cuma (gratis). Seringkali ayah anak itu menyuruh anak itu membagikan mainannya kepada teman-temannya, tetapi sang anak terlalu asyik dengan mainannya dan tidak mau membagikannya kepada teman-temannya.

Suatu hari sang anak berkata,

Anak : “Ayah aku sudah bosan dengan mainan yang lama, bolehkah aku memiliki mainan yang baru itu?”

Ayah : (menjawab dengan bijak) “Tahu kah kamu nak, berasal dari manakah mainan-mainan baru itu? Mainan-mainan ini berasal dari bagian-bagian mainan yang terdahulu (lama). Dan tahukah kamu mengapa kamu bosan dengan mainan lamamu? Itu karena kamu tidak membagikannya kepada orang lain, kamu tahu bahwa kamu telah diberi mainan itu secara gratis oleh ayah, tetapi kamu tidak mentaati ayah ketika ayah ingin kamu membagikan mainan-mainanmu untuk orang lain. Padahal ayah ingin kamu berbagi supaya kamu tidak mudah bosan. Jadi, jangan menikmati permainan itu hanya untuk dirimu sendiri, karena kau akan cepat merasa bosan, tapi berbagilah dengan temanmu yang lain, maka engkau akan menikmati keasyikan yang selalu baru”

Sobat Talenta, bukankah dalam kehidupan ini, seringkali kita merasa bosan dengan kehidupan kita yang biasa-biasa saja, bahkan sering juga kita merasakan kejenuhan atau kebosanan dalam kehidupan rohani dan bahkan dalam kehidupan pelayanan kita. Mengapa begitu?

Hal ini dikarenakan kita masih asyik dan hanya berkutat dengan “mainan-mainan” kita sendiri. Cobalah kita membagikan apa yang kita punya misalnya : “mainan” dan “bermain” bersama-sama dengan teman-teman, pasti akan lebih menyenangkan dibanding bila kita bermain sendirian. Mainan-mainan sang anak, bisa kita umpamakan sebagai keselamatan, talenta, berkat yang sudah Tuhan beri dalam hidup kita secara cuma-cuma. Namun apabila tidak dimainkan dan sebagainya, mainan tersebut akan rusak dan usang serta sia-sia. Selain itu dari cerita di atas, sang ayah berkata bahwa mainan-mainan yang baru itu berasal dari mainan-mainan yang lama, dan sama seperti perumpamaan ini, kita ada sekarang (boleh mengenal Kristus) karena ada orang yang mau bayar harga dalam hidup kita, mungkin dulunya ada orang berdoa untuk kita sehingga kita diselamatkan, dan mungkin juga ada orang yang dulu menginjili kita, sehingga kita akhirnya dapat mengenal Kristus. Karena itu, sudah sepantasnya bila kita pun juga melakukan tindakan yang sama yaitu mau bayar harga untuk orang lain supaya mereka pun juga dapat mengenal Kristus. Jadi, jangan halnya menikmati keselamatan untuk diri kita sendiri, karena lambat laun kita akan merasa bosan dalam hidup ini, namun mari membagikan keselamatan itu kepada sebanyak mungkin orang, supaya kita selalu menemukan keasyikan dan sukacita yang baru dalam hidup ini. Bagaimana menurut Anda?

Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s