Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Be Transform to Receive Right Happening

Oleh: Ps. Yosi Here

rockKetika kita menyembah dan memuji Tuhan, akan terjadi transformasi dalam kehidupan kita. Seperti pada kisah Yakub dalam Kej 28:10-22. Right happening bisa terjad pada orang-orang yang hidupnya mau dirubah. Transformasi dapat dilihat melaui perubahan pola pikir dan tindakan kita. Yakub pun mengalami transformasi ketika dia bertemu dengan Tuhan. Orang yang bertemu dengan Tuhan, hidupnya akan berubah. Transformasi tidak akan terjadi jika seseorang tidak mau mengambil keputusan di dalam hidupnya. Lalu bagaimana kita dapat melakukan transformasi dalam kehidupan kita. Ada 4 langkah untuk melakukan hal itu:

  1. Keluar dari Zona Nyaman (Out From Comfort Zone)

Pengalaman masa lalu dan kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan adalah zona nyaman kita. Ketika Yakub keluar dari rumah ayahnya,dia bertemu dengan Pribadi yang benar. Yakub mengalami transformasi sewaktu dia keluar dari zona nyamannya. Menurut KristinaCasey, seorang psikolog, mengatakan bahwa “Berada di zona nyaman tidak hanya menghindarkan Anda dari risiko,tapi juga kesuksesan,”

Dalam Yos 1:9, “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” Setelah Yakub keluar dari zona nyamannya, hidupnya diproses oleh Tuhan. Dalam Ul 31:8, dikatakan “TUHAN sendiri membimbing dan menolong engkau. Ia tak akan mengecewakan atau meninggalkan engkau. Sebab itu janganlah takut atau cemas.””

  1. Perjumpaan Illahi (Divine Encounter)

Ketika kita menyembah Tuhan, sadar atau tidak, Roh Kudus sedang menjamah kehidupan kita. Hal ini dikarenakan agar kita mendapatkan perjumpaan Ilahi. Kita diajar untuk menyembah dalam roh dan kebenaran. Kebenaran dapat kita peroleh melalui Firman Tuhan, sedangkan roh harus kita latih melalui kehidupan kita. Hal ini akan membuat kita peka akan suara Tuhan.

Setiap kita yang mencari Tuhan, aka nada sense yang berbda dalam kehidupan kita. Hal ini dikarenakan Roh Kudus sedang berbicara untuk menuntun kehidupan kita. Dalam Yer 29:13, “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” Untuk itu, carilah Tuhan dalam kehidupan kita.

Esensi ibadah adalah perjumpaan pribadi kita dengan Yesus. Karena dalam 2 Tim 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

  1. Tuhan Pelindung Kita (God is Your Shield)

Jadikanlah Tuhan sebagai pelindung kita dan izinkan Tuhan untuk menuntun kehidupan kita. Dalam Rom 12:19, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, Firman Tuhan.” Seringkali, banyak orang tidak mau melibatkan Tuhan dalam kehidupannya. Mereka mencoba mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Namun kita tidak diajar demikian. Kita diajar untuk tetap bersama Tuhan dalam melakukan segala hal.

Seperti dalam kisah Yakub. Yakub mengerti prinsip perlindungan Tuhan, salah satunya adalah melalui “Persepuluhan”. Dalam Kej 28:20-22, Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

  1. Perjumpaan yang Kedua dengan Tuhan (A 2nd Encounter With God)

Setiap kita harus mengalami perjumpaan yang kedua dengan Tuhan. Apa maksudnya? Jika kita lihat beberapa tokoh di Alkitab, kita mendapati kehidupan Abraham, Yakub, dan Petrus. Abraham mendapat ujian sebanyak dua kali dari Tuhan, yakni keluar dari zona nyamannya di Ur Kasdim dan dimnta Tuhan untuk mempersembahkan anaknya, Ishak, sebagai bukti korban ketaatan. Yakub pun demikian. Ia berjumpa dengan Tuhan ketika dia bermalam di suatu tempat dan bermimpi dengan Tuhan (Kej 38) serta ketika Yakub bergulat dengan malaikat Tuhan (Kej 32:22–32). Petrus juga mengalami nasib yang sama. Petrus berjumpa dengan Yesus ketika dia sedang menjala ikan dan Yesus meminta dia untuk mengikutiNya (Mat 4:18-19) serta ketika Yesus menanyakan apakah dia mengasihi Yesus. (Yoh 21:6-19)

Ketika Tuhan memproses diri kita, Dia ingin kita dipanggil kembali oleh Tuhan. Seperti dalam 2 Kor 3:18, “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (16 Nopember 2014) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s