Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Be Mature

Ps. Chris Mesach

rockKedewasaaan dibutuhkan oleh semua orang. Menjadi dewasa bukan diukur dengan bertambahnya umur kita melainkan bagaimana meresponi keadaan yang ada. Menjadi tua itu hal yang mutlak dan pasti akan kita jalani, cepat atau lambat. Tapi menjadi dewasa adalah keputusan kita. Ada banyak orang yang berumur, tapi masih tidak memiliiki kedewasaan. Kita sebagai orang tua, wajib membimbing anak-anak kita menjadi dewasa.

Hari ini kita akan belajar tentang kehidupan Yusuf. Dalam Kej 37:1-5, diceritakan bahwa Yusuf adalah salah seorang anak yang dikasihi oleh Israel daripada anak-anaknya yang lain (ay. 3). Ia memiliki 2 mimpi yang menggambarkan bahwa dia akan berkuasa atas orang tua dan saudara-saudaranya. Hal ini mengakibatkan saudara-saudaranya benci kepadanya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang bisa kita pelajari dari kehidupan Yusuf melalui perikop ini?

  1. Tatkala Yusuf masih muda, dia berumur 17 tahun

Yusuf memberikan yang terbaik ketika dia masih muda. Dia tidak perlu menjadi tua untuk melayani Tuhan.

  1. Tatkala Yusuf masih muda, dia tidak hidup egois

Yusuf menjadi sosok orang tanpa rasa egois. Dia biasa menggembalakan kambing domba milik saudara-saudaranya sejak dia masih muda. Sebagai seorang gembala, Yusuf tidak biasa untuk memperhatikan dirinya sendiri melainkan ia selalu melayani orang di sekitarnya.

Dalam Roma 15:1, dijelaskan “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.” Kekuatan bukanlah sekedar status. Tapi kekuatan dan kelebihan kita adalah tanggung jawab dan pelayanan kita bagi orang lain. Kita harus memberkati orang lain melalui apa yang Tuhan berikan kepada kita. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “semua yang berlebihan itu akan melelahkan, kecuali kita berbuat baik dari hari ke sehari.” Kalau Allah memberkati kita lebih, berarti ini adalah kesempatan kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. Karena Tuhan akan memberkati orang-orang yang perduli kepada sesamanya.

  1. Tatkala Yusuf masih muda, dia memiliki mimpi

Mimpi menggambarkan visi dan tujuan hidup yang jelas. Ketika dia masih muda, Yusuf mendapatkan dua mimpi. Pertama, berkas gandum milik saudara-saudaranya akan tunduk kepada berkas gandum milik Yusuf (ay. 7). Kedua, Yusuf mendapatkan mimpi bahwa matahari, bulan dan sebelas bintang akan sujud menyembah kepadanya (ay. 9).

Untuk mempunyai mimpi, kita tidak perlu membayar sepeser pun. Tapi untuk meraih mimpi itu, kita harus berusaha dengan giat. Tanpa pertolongan Tuhan, itu sia-sia. Yusuf menyandarkan hidupnya kepada Tuhan. Biarpun banyak hal buruk telah dia alami, ia tetap taat dan takut akan Tuhan sehingga Tuhan menjadikannya berhasil.

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (2 Nopember 2014) di GBI R.O.C.K Tampa

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s