Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Right Happening-Right Living

Ps. Yosi Here

rockMat 14:11-14, 20. Kisah ini menceritakan tentang “Yohanis Pembaptis dibunuh”. Ketika Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. (ay. 13). Dalam versi King James, terdapat kata “depart” pada ayat ke-13. Kata “depart” memiliki arti bersegera dan terburu-buru. JIka kita melihat seseorang yang terburu-buru, pasti ada sesuatu dalam dirinya. Hal itu dilakukan oleh Yesus. Pada kenyataannya, Dia tidak takut akan apapun karena Dia bisa menyelesaikan segala sesuatunya. Sebaliknya, Yesus memposisikan dirinya untuk tidak bertindak karena ini belum waktunya dan dia akan menunggu waktu yang tepat. Seringkali kita melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru ketika masalah datang. Kita dengan segera mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Hal ini bisa mencelakakan nantinya jika kita salah mengambil keputusan. Kita harus belajar dari Yesus karena Dia melakukan tindakan yang tepat. Ia menunggu waktu yang tepat untuk bertindak.

 

Right Timing (Waktu yang Tepat)

Kita seharusnya juga menunggu waktu Tuhan ketika kita menghadapi masalah. Ada waktunya kita harus menghindar ketika ada masalah. Ini bukan berarti kita takut untuk menghadapi masalah itu. Namun ada waktunya juga kita menghadapi masalah itu. Jadi janganlah takut ketika masalah datang! Demikian pula yang dilakukan oleh Yesus. Yesus segera pergi dan tidak mau berurusan dengan Herodes. Hal ini membuat Dia menemukan bahwa Allah bekerja bersama-sama dengan Dia. Itulah Right Happening.

Right Timing juga kita butuhkan dalam hidup kita. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kita bisa mengetahui waktu yang tepat? Kita harus masuk dalam hadirat Tuhan. Dalam kisah di atas, Yesus tahu bahwa ini bukanlah bagianNya. Demikian juga dalam kehidupan kita. Ada bagian-bagian yang bisa kita ambil dan ada juga bagian-bagian yang harus kita serahkan kepada Tuhan. Karena Tuhan mau kita semua mengerjakan segala sesuatunya dengan maksimal. Seperti halnya pemain dalam pertandingan sepak bola, mereka memiliki bagian dalam setiap posisinya, baik sebagai striker atau back.

 

First Thing First (Mengutamakan yang Utama)

Kita harus menyadari bahwa kita berada di dalam waktu Tuhan. Semuanya akan berjalan sesuai cara yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Kisah Rut dalam Alkitab adalah salah satu contohnya. Rut lahir dari bangsa Moab (yang adalah bangsa yang tidak mengenal Tuhan). Arti dari kata Rut adalah “Lovely Friend” (Sahabat yang menyenangkan). Dalam Rut 1:15-16, Rut membuat keputusan yang berbeda dengan Orpa, Rut memiliki pendirian yang kuat yang dikatakan dalam ay. 16: “ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi”. Bisakah kita memiliki pendirian dan komitmen seperti itu ketika Tuhan memerintah dalam kehidupan kita? Kita harus belajar dari kehidupan Rut yang selalu mengutamakan yang utama sehingga pada akhirnya dia menjadi nenek buyut dari Raja Daud (generasi yang menjadi garis keluarga Yesus).

 

Luk 4:13. Yesus dicobai sebanyak tiga kali di padang gurun namun gagal. Biarpun demikian, Iblis tak pernah putus asa. Ia selalu berusaha untuk mencobai Yesus dan menunggu waktu yang tepat. Kita harus waspada karena iblis akan mencari kesempatan ketika ada celah di dalam kehidupan kita karena memang setiap orang tidak akan pernah luput dari pencobaan. Mintalah pertolongan kepada Tuhan! Ketika anda melakukan hal itu, maka Dia akan menolong kehidupan kita.

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (19 Oktober 2014) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s