Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Right Happening

Ps. Yosi Here

rockKisah Yoh 21:1-14 menceritakan tentang Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya di pantai danau Tiberias. Saat itu, Petrus dan murid-murid Yesus yang lain sedang menangkap ikan. Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Namun setelah kedatangan Tuhan dan mereka mengikuti apa yang dikatakan Tuhan untuk menebarkan jala di sebelah kanan, maka mujizat terjadi. Demikian juga dalam kehidupan kita. Saat pertolongan Tuhan datang dalam permasalahan kita, itulah right happening. Jangan pernah berhenti untuk berharap kepada Tuhan, karena pertolongan Tuhan akan tepat pada waktunya. Dalam cerita ini, kita diajar untuk mengetahui siapa yang memimpin kita.

Petrus kembali ke kehidupan yang sama sebagai nelayan ketika tidak ada yang memimpin kehidupannya. Dalam ayat 3, dikatakan: Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Padahal sebelum kematianNya, Yesus telah berpesan kepada murid-muridNya. Dalam Mat 28:10, “Maka kata Yesus kepada mereka: ‘Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.’ Dan juga dalam Mark 14:28, “Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.’” Dan dalam Mark 16:7, “Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-muridNya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakanNya kepada kamu.’”

Yang jadi pertanyaan sekarang, siapa pemimpin kehidupan kita? Jika kita tidak tahu siapa pemimpin kita, kita akan berjalan tanpa arah. Hal itulah yang dirasakan oleh murid-murid Yesus. Mereka kembali ke kehidupan lama mereka sebagai nelayan. Yesus kembali hadir ke dalam kehidupan mereka untuk mengingatkan mereka akan janjiNya. Lalu apa yang dilakukan Yesus dalam kehidupan mereka?

  1. Koneksi Yang Tepat (Right Connection)

Koneksi yang tepat akan menghasilkan kehadiran dan kesempatan yang baru. Jika kita memiliki koneksi dengan orang yang pintar, maka kita pun akan menjadi pintar. Ketika kita memiliki koneksi dengan orang-orang yang penuh semangat, maka jiwa kita pun turut bersemangat. Demikian juga ketika kita mendapatkan koneksi yag melemahkan kehidupan kita, kita pun akan terbawa ke dalamnya. Sebuah koneksi yang kita lakukan akan memnbangun kehidupan kita.

Dalam ayat 4 dituliskan: “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.” Kata “siang” disini dalam bahasa aslinya (Greek) adalah “Proia” (early morning) yang berarti pagi hari atau subuh. Seorang nelayan pada umummya akan pulang ketika hari sudah subuh. Hal yang demikian juga dilkukan oleh murid-murid Yesus. Namun pada saat itu, tak ada seekor ikan pun yang mereka dapat. Kehadiran Yesus telah mengubahkan kehidupan mereka. Yesus membangun kembali koneksi kepada murid-muridNya.

Tuhan ingin kita semua membangun koneksi denganNya. Pagi hari adalah waktu yang pas untuk membangun koneksi sebelum kita melakukan aktifitas. Jika kita mempunyai koneksi yang benar dengan Tuhan, maka buah-buah roh akan ada dalam kehidupan kita.

Dalam ayat 5, Kata Yesus kepada mereka:”Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” Murid-muridNya tidak mengenal keberadaan Yesus yang hadir pada saat itu. Kata “anak” menurut bahasa aslinya (Greek) adalah “Paidion” yang berarti “anak yang belum dewasa dan masih ditraining.” Kalimat ini biasanya dipakai untuk mengekspresikan seorang guru kepada murid kesayangannya. Ketika kita tahu siapa pemimpin kita dan memiliki koneksi yang benar, maka kita akan terus mengenalnya dimanapun dia berada.

  1. Arah Yang Tepat (Right Direction)

Dalam ayat 6, “Maka kata Yesus kepada mereka:”Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu…” Ketika kita mengikut Tuhan, ada banyak hal yang kelihatannya tidak masuk akal. Kita selalu memperhitungkan segala sesuatu dengan pemikiran kita dan kita selalu membatasi kehidupan kita ketika kita disuruh untuk melakukan ini dan itu. Padahal Tuhan telah memberikan arah yang benar kepada kita dan itu mampu untuk kita selesaikan. Sebab kemurahan dan kebaikanNya telah diberikan kepada kita.

Yesus telah memberikan arah yang tepat kepada murid-muridNya. Mereka diminta untuk menyebarkan jalanya ke sebelah kanan. Bukan masalah bagaimana Petrus menebarkan jala ke kanan atau ke kiri, tapi ketaatan adalah kuncinya yang harus kita pegang dalam kehidupan kita.

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (5 Oktober 2014) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s