Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Godliness Without Power

Ps. Dr. Peter Tan

rock2 Timotius 1:1-5. Perikop ini berbicara tentang kehidupan kita. Salah satunya mengenai agama. Banyak orang pergi ke gereja, berdoa, dan bernyanyi, memberi, dan merayakan untuk menggambarkan keilahian mereka. Itu semua adalah baik. Namun itu semua bukanlah hal yang utama. JIka kita ditanya oleh seseorang “Bagaimana sih orang Kristen itu?”, kerap kali kita akan menjawab sesuai dengan ciri-ciri di atas. Alkitab mencatatkan bahwa orang-orang akan kelihatan baik dari luarnya saja, haruslah kita jauhi.

Godliness (atau “Keilahian”) mempunyai kuasa yang luar biasa. Apa sajakah itu? Kuasa Allah adalah kuasa Roh Kudus yang sanggup menyelamatkan, membebaskan, menyembuhkan, menang atas dosa, dan hidup dalam kekudusan. Jika kita hanya melakukan kegiatan rutin di gereja dan tidak percaya akan kuasa yang Tuhan berikan kepada kita, kita tidak akan mendapatkannya. Demikian juga jika kita tidak percaya kuasa Roh Kudus sampai hari ini, maka kuasa itu tidak akan nyata pada diri kita. Keidakpercayaan kita seumpama seorang yang beribadah tanpa kekuatan sama sekali. Kita butuh kuasa dari Tuhan. Di dalam Alkitab, Tuhan menjanjikan kuasa dan janji kepada kita. Bagaimana kita mendapatkan kuasa dari Tuhan?

  1. Dalam 1 Matius, 6:6, kita berdoa di dalam kamar tanpa seorang pun tahu apa yang kita lakukan. Dia berjanji bahwa Bapa akan hadir ketika kita mau memberikan waktu kita untuk berdoa.
  2. Lalu bagaimana kalau kita berdoa bersama-sama? Apakah kuasaNya akan datang juga pada kita? Ya! Dalam Matius 18:20, dikatakan bahwa “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

 

Kebesaran kuasa Tuhan (The Greatness of His Power)

Efesus 1:19-20. Kebangkitan Tuhan adalah salah satu demonstrasi kuasaNya. KebangkitanNya telah menghancurkan kuasa kegelapan. Demikianlah juga kuasa Tuhan yang telah membangkitkan orang mati, juga sedang bekerja dalam diri kita. Itu semua adalah janji Tuhan.

Ada tiga hal untuk mendapatkan kuasa Tuhan:

  1. Meminta (asking)

Meminta bukanlah hal yang sulit. Tapi ada beberapa orang sulit untuk meminta kepada Tuhan. Mereka berpikir bahwa jika Tuhan tahu kebutuhan kita, mengapa kita meminta lagi kepadaNya? Dalam Yak 4 mengatakan bahwa kita tidak akan mendapatkan apa-apa kalau kita tidak meminta kepadaNya. Kita diajar untuk meminta kepada Tuhan.agar kuasaNya nyata kepada kita.

  1. Menunggu (Waiting)

Menunggu bukanlah hal yang mudah. Tidak ada kegiatan yang dilakukan ketika menunggu. Demikian juga ketika kita meminta kepada Tuhan. Kita harus menunggu jawaban Tuhan dengan sabar. Dalam Kis 13, ada gereja di Antiokhia dan ada beberapa pemimpin di sana. Mereka berpuasa dan berdoa, lalu Tuhan menjawab doa mereka. Ketika mereka menunggu jawaban Tuhan, mereka melakukannya dengan setia dan memuji Tuhan. Jadi, ketika kita sedang menanti Tuhan, itu sama dengan kita melayani Tuhan.

  1. Menerima (Receiving)

Setelah kita meminta dan menunggu, kita akan menerima jawaban Tuhan. Janganlah takut bahwa Tuhan tidak menjawab doa kita. Untuk itu tetap berharap kepada Tuhan. Kuasa Tuhan yang kita terima, akan menjadi kekuatan yang baru yang akan membangkitkan kehidupan kita.

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (14 September 2014) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s