Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Anak Manja

anak manja“Sebab beginilah firman Tuhan Allah, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

(Yesaya 30 : 15)

Sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang yang dimanja oleh ayah ibunya. Hal itu membuat si anak tumbuh menjadi anak yang malas dan pandai berdalih untuk menghindari segala macam tanggung jawab. Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar, ia menjawab,

Anak: “Aaaah Ibu. Kan ada si bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan, toh nanti kotor lagi.”

Demikian pula jika diminta untuk membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang, anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa akibat seringnya memanjakan anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian. Mereka pun kemudian berpikir keras bagaimana cara merubah sikap si anak? Mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut. Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak segera protes dengan keras.

Anak: “Mengapa ayah tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah ya?”

Ayah: (sambil tersenyum menjawab)” Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?”

Saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia.

Anak: “Bu, saya lapar nih. Mana makanannya? Aku buru-buru mau ke sekolah.”

Ibu: “Untuk apa makan? Toh nanti lapar lagi?” (Jawab si ibu tenang).

Sambil kebingungan, si anak berangkat ke sekolah tanpa uang dan perut kosong. Di sekolah, dia merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia merasa orangtuanya sudah tidak lagi menyayanginya. Malam harinya, sambil menyiapkan makan, sang ibu berkata,

Ibu: “Anakku, saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur. Setelah itu, akan ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Dan tidak ada alasan untuk tidak mau mengerjakannya dan hal itu akan terus begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti.”

Anak: “Ya Ayah-ibu, saya mulai mengerti. Saya juga berjanji untuk tidak mengulangi lagi.”

Sobat Talenta, hidup adalah rangkaian Tanggung Jawab yang harus kita lakukan. Mungkin kita merasa bosan dan jenuh dengan pengulangan yang harus dilakukan, setiap hari kita harus membersihkan diri, padahal kita tahu nantinya akan kotor lagi. Demikian pula dalam kehidupan rohani, mungkin kita berpikir kenapa harus berdoa setiap malam? Kenapa harus bertobat setiap saat, toh nanti atau besok jangan-jangan kita berbuat dosa lagi. Satu alasan terpenting kenapa kita harus berdoa dan bertobat setiap hari bahkan setiap saat, adalah: karena tidak ada seorangpun di dunia ini yang tahu kapan dirinya akan dipanggil Tuhan. Jadi, janganlah menjadi Pribadi yang jatuh bangun dalam dosa, karena semua itu ada konsekuensinya, namun bila kita sampai jatuh di dalam dosa, jangan pernah menunda untuk langsung bertobat, karena tak seorangpun tahu kapan saat terakhir dalam hidupnya. Bagaimana menurut anda?

Sumber : Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s