Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Rasa Tanggung Jawab

responsibility“Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah Tuhan, Allahmu”

(Imamat 25 : 17)

Seorang tenaga marketing di bidang keuangan mengeluh dengan putus asa. “Seumur hidup, saya akan merasa bersalah karena telah menyebabkan nasabah rugi besar. Apalagi jika sampai ada yang meninggal karena itu. Aduh rasanya saya mau mati saja,” katanya. Perusahaan tempatnya bekerja ternyata tidak mampu mengembalikan uang nasabah, sesuai perjanjian. Bukan hanya bunga yang tidak dibayar, bahkan pokoknya pun telah menyusut hingga 20 persen karena situasi market yang bergejolak. Hampir setiap kali bicara di telepon, dia menangis ketakutan dikejar rasa bersalah dan memikirkan para nasabah yang pasti membencinya. “Kali ini, habislah saya. Mangkok nasi saya sudah terbalik. Saya trauma untuk kerja lagi. Pikiran saya kacau. Huhuhu…Bagaimana ya, Pak? Saya yang bujuk nasabah untuk investasi di sini, tapi sungguh Pak, saya tidak tahu kalau manajemennya amburadul seperti ini. Saya tidak pernah berniat mencelakai siapapun, tapi hari ini, justru orang-orang yang percaya kepada saya yang saya celakai.”

Sambil bercanda, si penerima keluhan menjawab, “Lho, jangan mati dulu dong. Kalau kamu orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab, justru harus tetap hidup dan menghadapi masalah ini. Tunjukkan bahwa kamu tidak akan lari dan akan membantu menyelesaikannya hingga beres. Jika kamu sudah maksimal membantu, tetapi nasabah tetap tidak puas, itu risiko yang harus kamu tanggung. Nggak perlu marah-marah sendiri. Nasabah mau marah dan benci, itu adalah hak mereka. Siapapun yang dirugikan sebesar itu dan marah, sangatlah manusiawi.” Ia melanjutkan bicaranya. “Mereka belum tentu membenci kamu secara pribadi, tetapi situasi yang tidak nyaman menyebabkan harus ada orang yang bisa dijadikan tempat untuk mereka marah. Ya kamulah orang yang paling tepat buat sasaran. Tetapi sebenarnya, setiap orang harus bertanggung jawab pada keputusannya sendiri! Saat nasabah menandatangani perjanjian, dengan sadar, tidak ada orang yang memaksa dia untuk ikut kamu kan? Jadi, jika kamu sudah mengupayakan semaksimalnya, sisanya serahkan pada Yang Di Atas. Itu sudah di luar kendalimu. Jangan percaya kalau ini adalah akhir dunia, alias kiamat. Setiap pekerjaan yang kamu kerjakan dengan hati dan niat baik, pasti ada jalan yang terbuka. Hari ini nasabahmu mungkin sekitar 50 orang. Padahal di luar sana masih ada ratusan orang lain calon nasabah. Nah, ke depan, hati-hati memilih tempat kerja, teliti dulu. Tegakkan kepala dan bersikaplah optimis karena hidup harus berlanjut! The Show must Go On

Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (1879-1955) mengatakan, “The price of greatness is responsibility” (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Mempunyai rasa tanggung jawab adalah mutiara kehidupan. Sobat Talenta, Mungkin selama tahun 2013 ini, kita pernah merugikan orang lain dengan tidak sengaja, baik kerugian secara materi, moral, perasaan, atau berbagai bentuk kerugian lainnya. Mari tidak lari dari masalah, namun bertanggung jawab dan berjiwa besar untuk menyelesaikan setiap kerugian tersebut, karena selalu ada pintu berkat yang terbuka bagi orang yang bertanggung jawab. Bagaimana menurut Anda?

Sumber : Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s