Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

Mencari Kunci Kerajaan Surga

Ps. Joshua Guana Tandjung 

rockApa hal yang paling penting dalam hidup ini? Sebagian besar orang bilang karir, keluarga, dll. Tetapi jika kita melihat Firman Tuhan: “Carilah dahulu kerajaan surga dan kebenarannya.” Ibarat ruangan yang memiliki jaringan wifi, orang Kristen ibarat memiliki username atau sudah terdaftar dalam buku. Namun, jika tidak memiliki password atau kunci, maka mereka tidak akan bisa masuk ke dalam jaringan wifi.

Dalam perumpaan anak bungsu yang hilang (Luk 15:29), diartikan bahwa tidak saja anak bungsu yang hilang, akan tetapi anak sulung juga ikut terhilang, Yang satu terhilang di luar rumah dan yang satu lagi terhilang di dalam rumah. Alasan anak bungsu hilang dikarenakan dia keluar dari kebenaran, sedangkan anak sulung tidak mengenal kasih karunia. Si anak sulung tidak mengalami kebaikan Bapanya, padahal hidupnya selalu melayani Tuhan.

Kerajaan Surga bukan lokasi tapi “in what frequency that you live”. Dalam Luk 17:21 dikatakan “juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” [LAI]. (“Neither shall they say, Lo here! or, lo there! for, behold, the kingdom of God is within you. [KJV]”). Sebagai contoh, orang bisa berdiri dibawah antena stasiun radio, namun mereka tidak mendengar. Akan tetapi, dari jarak sejauh 30-50 km, ada orang yang turn on radio dan tune on frekuensi, sehingga dia bisa mendengar siaran tersebut.

Jika anda melihat kehidupan Daud, mengapa Daud mengalami masa kelaparan dalam pemerintahannya? Dalam zaman Daud, terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut. Kemudian Daud pergi menanyakan petunjuk pada TUHAN. Dalam 2 Sam 21:1, dijelaskan bahwa pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.

Dalam Why 6:8, terdapat tiga kuasa maut, yakni: kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi. Kuasa pedang dapat disebabkan oleh dosa pemimpin/orang tua. Sebagai contoh adalah Tamar, anak Daud. Sebelum dia diperkosa (2 Sam 13:11-15), Tuhan telah berfirman bahwa pedang tidak akan menyingkir dari keturunan Daud sampai selamanya, karena dia telah menghina Tuhan dengan mengambil isteri Uria, orang Het itu (2 Sam 12:10-11). Jika anda perhatikan lagi di dalam Alkitab, mengapa istri/gundik Daud di tiduri oleh Absalom, anak tirinya? (2 Sam 16:21). Ini karena dosa sebelumnya yang telah dilakukan Daud kepada Batsyeba. “Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.” (2 Sam 11:2). Sehingga dalam 2 Sam 16:20-21: “Kemudian berkatalah Absalom kepada Ahitofel: “Berilah nasihat; apakah yang harus kita perbuat?” Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya.” Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel.

Bagaimana kehidupan anda saat ini? Apakah anda mencari kerajaan Surga dan kebenarannya? Atau justru anda terikat dalam dosa saat ini?

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (8 Desember 2013) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s